Kerja Tanpa "Ngantor", Efektifkah?

Kompas.com - 13/02/2016, 05:27 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorLatief

Semua bermula pada era 1970-an, ketika terjadi krisis minyak sehingga harga bahan bakar naik tinggi. Telework menjadi tawaran solusi dari Nilles agar para pekerja tak perlu terlalu banyak mengeluarkan ongkos untuk bekerja.

Cocok atau enggak?

Belakangan, artikel yang diunggah The Guardian (10/3/2014) memberikan sudut pandang lain. Mulai 2014, kebijakan telework yang pernah digadang menjadi cara kerja efektif itu justru mulai ditinggalkan beberapa perusahaan di Amerika Serikat yang pernah menerapkannya.

Yahoo, Best Buy, dan Hewlett-Packard (HP), adalah tiga di antara perusahaan yang “mencabut” kebijakan telework. Alasan mereka, penyelesaian pekerjaan butuh kolaborasi dan inovasi yang digarap bersama oleh para karyawan di kantor. Untuk kebutuhan itu, telework tak selalu efektif.

Perkembangan tersebut berseberangan dengan hasil riset University of Minnesota beberapa tahun sebelum sistem berbasis telework dijalankan Best Buy. Riset memakai sampel 300 karyawan Best Buy yang bekerja dengan sistem telework dan 300 karyawan lain yang bekerja di kantor.

Hasilnya, jumlah karyawan yang resign karena tidak betah bekerja di perusahaan tersebut turun 45 persen. Menurut para karyawan yang mengikuti riset itu, telework membuat hidup mereka lebih bahagia karena punya tambahan waktu berkumpul bersama keluarga. Meski begitu, Best Buy belakangan tetap berbalik kembali menerapkan keharusan bekerja di kantor.

Adapun soal keputusan serupa yang diambil Yahoo dan HP, CEO Flexjobs Sara Sutton Fell menganalisa bahwa dua perusahaan ini mengganti lagi kebijakan karena kontrol dan praktik manajemen yang belum optimal.

"Mereka (perusahaan tersebut) perlu menyadari bahwa telework tidak bisa diterapkan pada tiap karyawan di segala posisi dan jabatan. Namun, bukan berarti (sistem ini) mengakibatkan kerugian besar dan benar-benar tak bisa dijalankan," ujar Fell.

Terlebih lagi, masih ada perusahaan yang melanjutkan kebijakan telework. Sebut saja Xerox, Dell, American Express, dan Apple.

Penelitian Frost & Sullivan pada 2013 juga menyimpulkan bahwa telework dapat merangsang ide sehingga karyawan lebih kreatif dan inovatif. Hasil surveinya memperlihatkan, 30 persen dari 1.700 teleworker mengaku mampu menelurkan ide saat diperbolehkan bekerja mobile dari luar kantor.

Di Indonesia

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X