Akuisisi Lazada Bakal Pancing Investor Lain ke Indonesia

Kompas.com - 13/04/2016, 15:44 WIB
Stefan Jung, Managing Director (MD) Ventura Capital, dan founder MD Rocket Internet Southeast Asia Hanno Stegman mengutarakan pendapat  ihwal akuisisi Lazada oleh Alibaba dalam sesi panel diskusi yang dipandu oleh Dmitry Levit, pendiri Digital Media Partners. Sesi tersebut diselenggarakan di ajang konferensi Tech in Asia Singapore 2016 di Suntec City Convention Centre, Singapura, Rabu (13/4). Kompas/Ingki RinaldiStefan Jung, Managing Director (MD) Ventura Capital, dan founder MD Rocket Internet Southeast Asia Hanno Stegman mengutarakan pendapat ihwal akuisisi Lazada oleh Alibaba dalam sesi panel diskusi yang dipandu oleh Dmitry Levit, pendiri Digital Media Partners. Sesi tersebut diselenggarakan di ajang konferensi Tech in Asia Singapore 2016 di Suntec City Convention Centre, Singapura, Rabu (13/4).
|
EditorDeliusno

SINGAPURA, KOMPAS.com - Akuisisi situs belanja Lazada oleh pemain e-commerce terbesar di China, Alibaba Group Holding Ltd, bakal memicu keputusan investor lain untuk ikut menginvestasikan uang di pasar e-commerce Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Demikian terangkum dalam sesi panel diskusi pada hari ke-2 konferensi "Tech in Asia Singapore 2016" di Suntec City Convention Centre, Singapura, Rabu (13/4/2016).

Dua orang pembicara dalam sesi tersebut, yakni Stefan Jung, Managing Director Ventura Capital, dan Hanno Stegman, pendiri MD Rocket Internet Southeast Asia, mengutarakan hal tersebut.

Sesi panel diskusi yang diikuti ratusan peserta itu dipandu oleh Dmitry Levit, pendiri Digital Media Partners.

Jung mengungkapkan bahwa akuisisi tersebut merupakan hal yang positif bagi ekosistem e-commerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, dan Thailand, yang menjadi wilayah operasional Lazada.

Sementara Stegman melihat akuisisi tersebut sebagai kepastian bagi orang-orang lain untuk turut pula membangun e-commerce dan e-mall.

Stegman menambahkan, setelah akuisisi tersebut bukan berarti pengembangan bakal berhenti. Namun masih banyak hal bisa dilakukan seperti pengembangan e-commerce generasi selanjutnya berikut model bisnis yang mengikuti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ini pasar yang terus berkembang,” sebut Stegman soal Indonesia dan Asia Tenggara.

Sebelumnya, Alibaba Group Hoolding Ltd diketahui telah mengakuisisi Lazada. Penanaman modal sebesar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 650 miliar, berikut pengambil alihan kepemilikan saham dari sejumlah investor lain, seperti Rocket Internet dan Kinnevik dilakukan dalam skema akusisi tersebut.

Baca: Raksasa E-commerce China Alibaba Akuisisi Lazada

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.