Review: Menjajal Kamera Smartphone Galaxy S7 Edge

Kompas.com - 23/05/2016, 15:40 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

Video

Bagaimana dengan video? Galaxy S7 Edge menyediakan sejumlah pilihan format perekaman video, termasuk HD, full-HD dengan frame rate 60 FPS, dan 4K.

Hasilnya bisa dibilang bagus dalam segala kondisi, baik siang, malam, indoor maupun outdoor. Tentu, semakin gelap keadaan, maka tingkat noise akan semakin tinggi.

Ponsel juga lekas panas apabila dipakai merekam video, terutama untuk format 4K. Untungnya, panas ini tak sampai mengganggu fungsi perangkat atau membuat crash aplikasi kamera.

Contoh rekamannya bisa dilihat di bawah

Teknologi phase detect Dual-Pixel AF yang dibenamkan Samsung pada sensor kamera Galaxy S7 Edge membuat perangkat ini sangat gesit mengunci fokus ke benda apapun yang berada atau kebetulan lewat di latar depan.

Kecepatan continuous auto-focus ini dapat dikatakan luar biasa. Saat memindahkan framing dari latar depan ke latar belakang atau sebaliknya, Galaxy S7 Edge selalu sigap mengunci fokus pada benda dengan posisi terdekat.

Proses ini berlangsung tanpa hunting (gerak maju-mundur lensa untuk mengatur fokus) sama sekali layaknya kamera ponsel lain yang hanya mengandalkan teknologi contrast detect.

Asalkan, kondisi cahaya sekitar masih mencukupi. Apabila keadaan berubah menjadi gelap, kecepatan fokus akan menurun.

Merasa fokusnya terlalu cepat atau mendadak? Pengguna juga bisa melakukan pengaturan fokus secara manual dengan lebih dulu berpindah ke mode “Pro” sebelum merekam video.

Fitur lain yang juga membantu perekaman video adalah Video Stabilization. Berbeda dari Optical Image Stabilization (OIS) yang selalu aktif dan tidak bisa dimatikan, video Stabilization adalah teknik peredaman goyangan secara digital (berbasis software, bukan hardware seperti OIS).

Saat diaktifkan, Video Stabilization akan diaktifkan berbarengan dengan OIS. Jadi ada dua moda stabilisasi gambar yang ditumpukkan dalam satu waktu.

Mungkin lantaran membutuhkan processing power yang besar, Video Stabilization tidak bisa dipakai untuk format perekaman gambar 4K dan Full-HD 60 FPS yang sudah rakus daya.

Meski begitu, saat dicoba oleh KompasTekno, Video Stabilization ternyata efektif meredam goyangan dalam berbagai situasi. Misalnya ketika ponsel dipakai merekam sambir berjalan.

Gerakkan panning pun bisa distabilkan dengan baik sehingga video seolah-olah tampak diambil dengan menggunakan tripod.

Footage untuk contoh kecepatan fokus dan video stabilization Galaxy S7 Edge dapat disimak di bawah.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X