Kompas.com - 29/06/2016, 13:38 WIB
Wiewie, Product Manager Notebook System BG Asus Indonesia, dalam acara peluncuran Chromebook C100PA dan C201PA di Jakarta, Selasa (28/6/2016) Oik Yusuf/ KOMPAS.comWiewie, Product Manager Notebook System BG Asus Indonesia, dalam acara peluncuran Chromebook C100PA dan C201PA di Jakarta, Selasa (28/6/2016)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Asus meramaikan pasaran Chromebook di Indonesia dengan merilis dua model baru C100PA dan C201PA. Dengan banderol harga relatif terjangkau, keduanya digadang-gadang menjadi pilihan menarik buat calon pembeli.

Tapi mungkin tak semua orang cocok dengan Chromebook. Jenis laptop berbasis Chrome OS ini bergantung pada koneksi internet (browser) untuk menjalankan aplikasi dan menyimpan data melalui layanan cloud, bukan melalui instalasi software di harddisk.

Hal tersebut disadari pula oleh Wiewiek, Product Manager Notebook System BG Asus Indonesia. Karena itu dia menuturkan pihaknya lebih mengincar kalangan pelajar dan institusi pendidikan dalam memasarkan produk-produk Chromebook Asus.

“Pelajar dan mahasiswa biasanya sudah biasa memakai layanan-layanan cloud Google seperti Docs dan Sheet sehingga lebih gampang beradaptasi. Demikian pula dengan profesional muda yang juga termasuk dalam target pembeli kami,” ujar Wiwiek dalam acara peluncuran C100PA dan C201PA di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Dibanding notebook konvensional, menurut Wiwiek, Chromebook memiliki sejumlah kelebihan, seperti data yang tersinkronisasi ke cloud secara otomatis sehingga bisa diakses dengan perangkat apa pun tanpa perlu melakukan transfer manual.

Selain itu dia juga menyebutkan bahwa sejauh ini Chromebook masih bebas virus sehingga relatif aman untuk kebutuhan para profesional.

Memang, fungsi Chromebook juga relatif terbatas dibandingkan laptop konvensional. Wiwiek mengatakan notebook tipe ini belum bisa digunakan untuk keperluan seperti desain grafis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pun begitu, dia tetap optimistis Chromebook Asus bakal diminati oleh konsumen karena menawarkan alternatif yang ringkas dan ringan -di samping berharga terjangkau- untuk mengakses aneka layanan cloud Google.

“Untuk strategi penjualannya sendiri, kami lebih mengarahkan ke online store. Dengan demikian, calon pembelinya paling tidak sudah mengerti bahwa penggunaan Chromebook sangat intensif internet,” terang Wiwiek, seraya menambahkan pihaknya berharap Google selaku pemilik platform Chromebook akan menggelar edukasi untuk konsumen terkait penggunaan tipe notebook tersebut.

Asus C100PA sendiri diklaim sebagai Chromebook pertama dan satu-satunya di dunia dengan layar sentuh 10 inci yang bisa dilipat 360 derajat sehingga dapat berubah menjadi tablet. “Adikya”, C201PA, diklaim sebagai Chromebook teringan dengan berat kurang dari 1 kg.

Di pasaran Indonesia, Asus membanderol C100PA seharga 4,2 juta, sementara C201PA dihargai Rp 3,4 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.