Jokowi: Anak Harus Dilindungi dari Dampak Negatif Teknologi

Kompas.com - 30/07/2016, 18:58 WIB
Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Presiden Jokowi saat memberikan pertanyaan kepada siswi SMA Negeri 3 Kupang Melania Boga

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengatakan, anak-anak harus dilindungi dari dampak negatif penggunaan teknologi dan konsumsi informasi yang saat ini sedang berkembang pesat.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi ketika menyampaikan sambutan dalam acara perayaan hari keluarga nasional ke-23 di alun-alun Kantor Gubernur, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kota Kupang, Sabtu (30/7/2017).

Namun begitu kata Jokowi, bukan berarti anak-anak sama sekali dilarang menggunakan teknologi dan tidak mendapatkan informasi. Tetapi yang ditonjolkan yakni lebih pada penggunaan teknologi yang positif dan yang produktif.

“Saya juga mengingatkan akan keluarga bisa lebih berperan aktif menumbuhkan dan menjalankan revolusi karakter mental. Bagaimana setiap keluarga bisa turut mengubah pola pikir manusia Indonesia dari pesimis menjadi pribadi-pribadi yang optimis. Dari yang malas menjadi pekerja keras,” kata Jokowi.

Oleh karena itu kata Jokowi, momentum perayaan ini harus dimaknai sebagai upaya untuk menguatkan fungsi keluarga secara menyeluruh, atau fungsi keagamaan, sosial dan fungsi pendidikan reproduksi serta pembinaan lingkungan dan perlindungan keluarga sebagai pihak terpenting dan terdepan bagi anak dan juga harus memastikan bahwa fungsi perlindungan itu benar-benar terwujud.

“Kekerasan terhadap anak harus dihentikan. Stop dan tidak bisa kita biarkan lagi kekerasan itu ada,”tegas Jokowi. Semoga pada Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-23 tahun 2016 kata Jokowi, menjadi sebuah momentum agar keluarga Indonesia bisa lebih menguatkan pembangunan karakter bangsa ke arah yang lebih baik.

“Harganas tahun 2016 ini diharapkan dapat menjadi sebuah momentum bagi setiap keluarga Indonesia untuk kembali berkumpul bersama keluarga. selain itu, peringatan Harganas juga diharapkan dapat menjadi momentum interaksi dengan keluarga setelah sibuk dengan segala aktivitas, untuk memberdayakan lingkungan di sekitar keluarga serta dapat saling berbagi dengan keluarga yang lain dan masyarakat,”pungkasnya

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReska K. Nistanto

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X