Kompas.com - 09/08/2016, 08:36 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com — Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, diduga memiliki pola yang unik ketika menulis sesuatu di Twitter.

Dugaan itu dicuatkan oleh seorang seniman efek visual bernama Todd Vaziri. Dengan menganalisis rangkaian tweet dari Trump, dia menemukan bahwa tweet bernada negatif diunggah dari perangkat Android, sementara kicauan positif diunggah dari perangkat iOS.

Hal tersebut bisa diketahui dari tulisan penanda aplikasi pengunggah yang berada di bawah kolom tweet, yang tertulis "Twitter for Android" atau "Twitter for iOS".

Mengenai temuannya, Vaziri berspekulasi bahwa akun Twitter Trump dengan akun @realDonaldTrump kemungkinan dipegang oleh dua orang dengan perangkat berbeda, yakni seorang staf kampanye dan Trump sendiri.

"Setap tweet non-hiperbolik dikirim dari iPhone (staf Trump). Setiap tweet hiperbolik dikirim dari Android (Trump)," kicau Vaziri melalui akun Twitter miliknya, @tvaziri, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PhoneArena, Selasa (9/8/2016).

Tak semua kicauan Trump yang diunggah lewat iPhone bernada positif. Namun, kalaupun negatif, kata-katanya tak berlebihan (non-hiperbolik), berbeda dari kicauan Trump dari perangkat Android.

Vaziri turut menduga bahwa sang staf yang memakai iPhone sengaja menambah kicauan akun @realDonaldTrump supaya lebih seimbang dan tak melulu bernada negatif.

Trump memang dikenal sebagai pribadi yang suka mengunggah kicauan kontroverisial di Twitter, mulai dari rencananya membangun tembok di perbatasan dengan Meksiko sampai menyuruh hacker Rusia meretas e-mail Hillary Clinton, lawannya dari Partai Demokrat di Pemilu Presiden AS.

Februari lalu, Trump yang juga gemar mengkritik Apple menyatakan sudah tidak memakai iPhone lagi. Boleh jadi dugaan Vaziri memang benar adanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.