Kemenkominfo Tunda Keputusan Penurunan Tarif Interkoneksi

Kompas.com - 31/08/2016, 15:02 WIB
Menkominfo Rudiantara usai menemui perwakilan dari Serikat Pekerja BUMN yang memprotes soal kebijakan penurunan tarif interkoneksi, di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Rabu (31/8/2016). Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comMenkominfo Rudiantara usai menemui perwakilan dari Serikat Pekerja BUMN yang memprotes soal kebijakan penurunan tarif interkoneksi, di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Rabu (31/8/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan menunda implementasi penurunan tarif interkoneksi. Penurunan yang semula dijadwalkan efektif 1 September 2016 itu molor hingga waktu yang belum ditentukan.

Saat ditemui KompasTekno di kantornya, Rabu (31/8/2016), Menkominfo Rudiantara enggan bicara banyak perihal penundaan ini. Dia justru meminta Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkominfo, Noor Iza untuk menjawab.

“Jangan tanya saya. Sudah ke Pak Noor saja yang jawab,” ujarnya singkat.

Noor sendiri memastikan keputusan mengenai penurunan tarif interkoneksi ditunda. Pemerintah tidak akan mengumumkannya pada 1 September 2016.

“Kami mengikuti kesepakatan dengan Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kemarin. Keputusannya menunggu pertemuan berikutnya, setelah Pak Menteri pulang dari luar negeri,” ujarnya kepada KompasTekno.

Baca: Menkominfo Diminta Pelan-pelan Tangani Keberatan Tarif Interkoneksi

Protes dari serikat pekerja

Rudiantara hari ini sempat menemui perwakilan dari Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (Sekar BUMN), yang ikut memprotes kebijakan penurunan tarif interkoneksi. Alasan protes tersebut adalah kekhawatiran kebijakan tersebut akan merugikan BUMN, dalam hal ini Telkom dan Telkomsel.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan dihadiri antara lain oleh perwakilan dari Indonesia Power, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Telkomsel, serta Telkom.

Menurut Ketua Serikat Pekerja BUMN Strategis Wisnu Adhi Uryanto, pertemuan membahas tentang niat penetapan tarif interkoneksi dan Daftar Penawaran Interkoneksi (DPI).

“Kesimpulan dialog tadi sederhana saja sebetulnya. Jadi, penerapan penurunan tarif interkoneksi belum bisa diimplementasikan karena masih menunggu DPI dulu dari seluruh operator selular,” terang Ketua Serikat Pekerja BUMN Strategis Wisnu Adhi Uryanto.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X