Kompas.com - 29/09/2016, 15:31 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - BlackBerry, sang mantan raja smartphone, dalam laporan keuangan terbarunya mencatat kerugian sebesar 372 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,8 triliun dalam kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir pada 31 Agustus.

Angka tersebut menurun dari laba sebesar 51 juta dollar AS (Rp 660 miliar) yang tercatat pada kuartal yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan turut menyusut hingga hanya sepertiganya menjadi 334 juta dollar AS.

Pendapatan tersebut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Fox Business, Kamis (29/9/2016), antara lain berasal dari divisi software and services sebesar 156 juta dollar AS dan divisi perangkat keras (ponsel) sebesar 105 juta dollar AS.

Pangsa pasar smartphone BlackBerry kini telah menyusut hingga menjadi kurang dari satu persen. Divisi ponsel BlackBerry pada kuartal kedua tahun fiskal tercatat hanya mampu menjual 400.000 unit perangkat dengan kerugian 8 juta dollar AS.

Sesuai dengan janji yang diutarakan CEO John Chen beberapa waktu lalu, BlackBerry pun memutuskan untuk berhenti mengembangkan ponsel karena tak kunjung kembali meraih untung dari bisnis tersebut.

“Mungkin Anda bertanya-tanya ‘kenapa lama betul’ (bagi BlackBerry untuk memutuskan berhenti membuat ponsel)?” ujar Chen dalam sesi interview sehabis pengumuman laporan keuangan.

“Anda harus menyadari bahwa saya mesti membangun pasaran dan model bisnis untuk layanan software sebelum melakukan hal itu,” tambah dia.

Ponsel BlackBerry kini akan dibuat di Indonesia oleh PT BB Merah Putih, sebuah perusahaan joint venture yang dibentuk melalui kerja sama antara BlackBerry Limited dan Tiphone.

Langkah ini sekaligus merupakan upaya memenuhi persyaratan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diperlukan untuk memasarkan ponselnya di Indonesia.

“BB Merah Putih akan membuat, mendistribusikan, dan mempromosikan perangkat bermerk BlackBerry yang menggunakan software dan aplikasi Android BlackBerry yang aman,” sebut pernyataan tertulis BlackBerry yang diterima KompasTekno.

Pasar modal menyambut positif langkah BlackBerry “melempar handuk” di bisnis ponsel. Meski melaporkan rugi sebesar ratusan juta dollar, harga saham BlackBerry tercatat naik sekitar 4,6 persen di bursa TSX dan 5,7 persen di bursa NASDAQ, Rabu kemarin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.