Sebelum Lengser, Obama Minta Laporan soal Peretasan Pemilu AS

Kompas.com - 13/12/2016, 13:19 WIB
Barack Obama dan Donald Trump AFP PHOTOBarack Obama dan Donald Trump
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Presiden AS nonaktif Barrack Obama meminta CIA dan NSA segera menyelesaikan laporan investigasi terkait serangan maya dan intervensi pihak luar selama Pemilihan Presiden 2016.

Obama memberi tenggat waktu hingga 20 Januari 2017 atau sebelum tampuk kepemimpinannya secara sah diteruskan ke Presiden AS terpilih Donald Trump. Hal tersebut disampaikan juru bicara White House, Eric Schultz.

"Ini adalah prioritas utama," kata Schultz mencontohkan omongan Obama, sebagaimana dilaporkan Reuters dan dihimpun KompasTekno, Selasa (13/12/2016).

Menurut Schultz, Obama ingin tahu segala hal yang terjadi selama masa kampanye hingga pemilu digelar pada 8 November lalu. Pasalnya, NSA dan CIA mengatakan telah mengantongi bukti kuat tentang keterlibatan Rusia dalam memenangkan Trump.

Baca: Peretas Rusia di Balik Kemenangan Trump

Hanya saja, dua lembaga intelijen itu belum bisa membeberkan bukti-bukti kuatnya secara komperhensif. Mereka masih akan meneruskan proses investigasi hingga data siap dipublikasikan ke masyarakat.

Pengaruh Rusia di Pemilu AS

Gelagat Rusia mengintervensi pemilu AS sudah terendus sejak beberapa bulan lalu, tepatnya ketika dua kandidat Presiden sedang dalam masa kampanye.

Mula-mula sistem komputer Partai Demokrat yang mendukung Hillary Clinton diretas. Banyak e-mail rahasia yang terungkap ke masyarakat umum dan berhasil menurunkan elektabilitas Clinton.

Alhasil, pada Oktober lalu Obama secara formal memperingatkan Rusia untuk tak campur tangan dalam proses pemilu Presiden AS. Setengah mengancam, Obama mengatakan akan ada konsekuensi bagi Presiden Rusia Vladimir Putin jika terbukti membobol jaringan partai politik menjelang pemilu.

Dari kesimpulan NSA dan CIA yang diketahui sejauh ini, Rusia sebenarnya tak cuma meretas sistem komputer Partai Demokrat tapi juga Partai Republik yang mendukung Trump.

Bedanya, informasi rahasia di dalam Partai Demokrat diumbar ke masyarakat. Sementara itu, kata NSA dan CIA, dokumen-dokumen Partai Republik justru tak dipublikasikan dan dipakai untuk menyerang Demokrat secara lebih terstruktur.

Trump buru-buru membantah kesimpulan terakhir lembaga intelijen. Ia mengatakan tak percaya Rusia mau membantunya.

"Ini sangat lucu. Tiap kali saya melakukan sesuatu (yang berhasil), orang-orang bilang 'oh, Rusia mengintervensi'," kata Trump.

Setelah laporan dari NSA dan CIA rampung dan diberikan ke pemerintah, belum jelas langkah lebih lanjut apa yang akan diambil. Jika benar Rusia ikut campur, bagaimana nasib Trump yang dijadwalkan masuk ke White House pada Januari mendatang? Kita tunggu saja. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Game 'Fall Guys: Ultimate Knockout' Kini Digratiskan

Game "Fall Guys: Ultimate Knockout" Kini Digratiskan

Software
Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Software
Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

e-Business
Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Software
Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Internet
Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

e-Business
Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Software
Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Gadget
Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

Internet
Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Gadget
Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Software
Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Software
Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia 'Belum Panas'

Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia "Belum Panas"

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.