Bahaya di Balik "Selfie" dengan Pose "Victory"

Kompas.com - 13/01/2017, 10:42 WIB
"Ku tak bisa jauh, jauh dari mu. Sudah itu saja," kata Jokowi lalu mengangkat tangannya dengan dua jari diangkat melambangkan tanda 'peace' yang juga jadi slogan Slank di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Apakah Anda tahu, berfoto selfie dengan pose jari membentuk tanda victory ternyata berbahaya? Mungkin kedengarannya tidak masuk akal, tetapi menurut pihak China, selfie dengan simbol "V" memang berbahaya.

Tanda victory sendiri dilambangkan dengan acungan jari telunjuk dan tengah. Kedua jari itu membentuk huruf "V" sebagai awalan kata "victory" yang artinya kemenangan. Selain sebagai victory, pose tersebut juga bisa diartikan sebagai lambang damai (peace).

Nah, menurut pihak berwenang di China, selfie dengan pose tersebut berisiko membuat identitas orang yang ada dalam foto mudah untuk dicuri. Tidak hanya berfoto selfie, orang yang berfoto biasa dengan pose tersebut dan memperlihatkan jari yang cukup jelas juga bisa dianggap berbahaya.

Penjahat cyber bisa saja membuat replika atau meniru sidik jari, dengan memanfaatkan foto jari telunjuk yang menghadap ke kamera saat berpose victory. Pencurian identitas dengan memanfaatkan sidik jari itu berlaku bagi korban yang menggunakan keamanan sidik jari untuk melindungi berbagai datanya.

Baca: Ancam Keamanan Nasional, Pokemon Go Terlarang di China

Terdengar mustahil, tetapi pada kenyataannya hal tersebut bisa dilakukan. Pada Desember 2014 lalu, sebagaimana KompasTekno rangkum dari GizmoChina, Jumat (13/1/2017), ahli keamanan Jan Krissler dikatakan berhasil membuat tiruan digital sidik jari dari menteri pertahanan Jerman.

Tiruan sidik jari digital itu dikatakan didapat dari sebuah acara konferensi pers yang dihadiri sang menteri. Kemudian, ia menggunakan software komersil untuk membuat tiruan sidik jari tersebut.

Dari segi pengguna biasa, hal ini bisa dikatakan cukup berbahaya. Saat ini, kebanyakan ponsel sudah dilengkapi dengan fitur NFC untuk melakukan pembayaran.

Biasanya, fitur NFC itu dilengkapi dengan keamanan sidik jari. Artinya, untuk melakukan pembayaran via NFC, pengguna harus memindai sidik jari terlebih dahulu sebagai langkah keamanan.

Hal tersebut memang terdengar menyeramkan. Namun, menurut KompasTekno, kegiatan pencurian data menggunakan sidik jari ini masih sangat sulit dilakukan. Dibutuhkan kamera dan foto beresolusi tinggi untuk menangkap detail sidik jari, dan membuat tiruan digitalnya.

Tidak semua orang juga bisa membuat sidik jari tiruan dengan mudah. Tetapi tidak ada salahnya juga untuk lebih berhati-hati.

Baca: Rumah Rekan Terbakar, Polisi Malah Sibuk Selfie

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Gizmochina

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X