500.000 Akun "Dipaksa" Ikuti Twitter Presiden Trump, Ada Apa?

Kompas.com - 23/01/2017, 15:31 WIB
Presiden terpilih AS Donald Trump berbicara kepada warga dalam upacara pelantikan di Capitol AS, Washington DC, Jumat (20/1/2017). Prosesi pelantikan Trump dan Mike Pence selaku presiden dan wakil presiden terpilih AS berlangsung panjang. Serangkaian acara digelar mulai 19-21 Januari. AFP PHOTO / MANDEL NGANPresiden terpilih AS Donald Trump berbicara kepada warga dalam upacara pelantikan di Capitol AS, Washington DC, Jumat (20/1/2017). Prosesi pelantikan Trump dan Mike Pence selaku presiden dan wakil presiden terpilih AS berlangsung panjang. Serangkaian acara digelar mulai 19-21 Januari.
Penulis Deliusno
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Keanehan sempat terjadi di Twitter beberapa waktu lalu. Sejumlah pengguna menyadari akunnya seolah dipaksa agar mengikuti (follow) @POTUS, akun resmi Presiden AS Donald Trump di Twitter. Padahal, pengguna itu sama sekali tidak merasa pernah mengikuti akun tersebut.

Pihak Twitter pun langsung melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Di ujung penyelidikan, diketahui bahwa memang terjadi kesalahan dari pihak Twitter.

Apa yang sebenarnya terjadi? Dalam rangkaian kicauannya, CEO Twitter, Jack Dorsey, memberikan penjelasan. Menurut dia, kesalahan terjadi saat proses migrasi akun @POTUS lama yang dikelola oleh tim Barack Obama ke akun baru @POTUS44.

Dalam proses migrasi itu, tim Twitter secara tidak sengaja mengatur agar pengguna yang follow @POTUS44 (dikelola tim Obama) juga mengikuti akun @POTUS (yang saat ini sudah dikelola tim Trumo).

Baca: Donald Trump Resmi Dilantik, 3 Akun Twitter Kepresidenan AS Berubah

"Pengguna yang follow @POTUS44 (admin Obama) setelah pukul 12pET secara tidak sengaja diatur juga untuk follow @POTUS (Admin Trump)," tulis @Jack.

Selain itu, pengguna yang sudah tidak follow @POTUS pada masa lalu juga secara tidak sengaja diatur untuk follow kembali akun tersebut.

"Beberapa orang yang unfollowed @POTUS pada masa lalu secara tidak sengaja diatur untuk mengikuti @POTUS saat ini," kicau Dorsey.


Kesalahan ini ternyata berdampak terhadap lebih dari setengah juta akun pengguna. Dorsey pun mengucapkan permintaan maafnya.

"Masalah ini berdampak ke sekitar 560.000 pengguna. Ini adalah sebuah kesalahan, ini tidak benar, kami memilikinya (Twitter), dan kami meminta maaf," lanjut Dorsey.

Dorsey pun menyatakan bahwa semua masalah sudah diperbaiki. Orang yang secara tidak sengaja dibuat follow ke akun @POTUS sudah tidak lagi mengikuti akun tersebut.

Baca: Donald Trump Tak Mau Nge-tweet Pakai Akun @POTUS



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X