IWIC 2017, Indosat Buka API untuk Pengembang Lokal

Kompas.com - 25/09/2017, 12:04 WIB
Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (kiri) saat peluncuran IWIC 2017 di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta, Senin (25/9/2017). Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comPresiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (kiri) saat peluncuran IWIC 2017 di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta, Senin (25/9/2017).
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi inovasi teknologi Indosat Wireless Innovation Contest ( IWIC) kembali digelar tahun ini untuk ke-11 kalinya. Mengusung tema "Digital Nation", rangkaian IWIC resmi dibuka Senin (25/9/2017), di DigiPlanet, Kantor Indosat Ooredoo, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Sejak 2016, IWIC sudah mulai mengglobal dengan menghadirkan peserta dari berbagai negara, antara lain Jepang dan Myanmar. Tujuannya untuk mendorong daya saing bagi para talenta muda Tanah Air.

Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, berharap inovasi yang datang dari Indonesia tak hanya bermanfaat di kancah lokal tapi juga global. Karena itu, Indosat semakin gencar membantu perkembangan aplikasi lokal.

"Di IWIC ke-11, kami sekaligus membuka akses pengembang aplikasi ke pelanggan melalui API (application program interface). Pengembang lebih mudah mengakses pelanggan dengan karakter tertentu. Kami harap pembukaan API ini mendorong pertumbuhan aplikasi lokal" kata Alexander Rusli, di atas panggung peluncuran.

Baca: Kegigihan TKI Perempuan Belajar Coding, Sehabis Kerja dan Pantang Libur

Alexander Rusli mengklaim Indosat selalu menjadi pelopor inovasi digital. IWIC sendiri merupakan kompetisi aplikasi digital mobile pertama yang digelar di Indonesia.

"Pembukaan API ini kami juga menjadi perusahaan telko pertama yang mengakomodir," ia berujar.

Bagaimana dengan keamanan pelanggan? Menurut Alex, selama ini kerja sama dengan aplikasi dilakukan dengan mekanisme close integration yang justru lebih bahaya. Makanya Indosat cuma bekerja sama dengan pemain besar (big boys), seperti iFlix dan Spotify.

"Yang kecil-kecil kan nggak punya kesempatan. Dengan API yang dibuka, justru lebih aman karena layernya dibuat lebih terkontrol untuk semua pihak," Alex menambahkan.

Tahun lalu, sebanyak 3.500 peserta mengikuti ajang IWIC 2017. Kali ini target pesertanya dipatok 10.000 dari Indonesia dan 14 negara yang merupakan company sister Indosat Ooredoo.

Kategori kompetisi yang dapat diikuti pada IWIC 2017 adalah Kids & Teens, Beginner, Professional, serta Women & Girls. Kategori-kategori itu akan berkompetisi untuk ide dan aplikasi di bidang Entertainment, Utility, Media, dan Special Needs. Sistem operasi untuk aplikasi bisa lewat Android, iOS, dan Windows Mobile.

Beberapa rangkaian IWIC 2017 lainnya adalah roadshow dan kumpul komunitas, hackathon, serta bootcamp menjelang grand final. Para pemenang mendapatkan hadiah uang tunai dengan total ratusan juta rupiah dan kesempatan mengunjungi berbagai perusahaan global.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X