Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/11/2017, 17:17 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Niat hati menambal celah keamanan, apa daya mata uang virtual senilai triliunan rupiah justru raib. Kejadian ini dialami oleh Parity, sebuah penyedia layanan dompet digital untuk Ether (cryptocurrency Ethereum).

Ceritanya, pada pekan ini, Parity sedang mencoba memperbaiki bug di dompet multi-signature yang sebelumnya sempat dieksploitasi oleh hacker untuk mencuri Ether senilai 32 juta dollar AS dari Parity.

Dompet multi-signature adalah tipe digital wallet yang membutuhkan otorisasi lebih dari satu pengguna untuk transfer dana.

Celakanya, di tengah proses coding untuk perbaikan, tim Parity secara tak sengaja justru memicu timbulnya bug lain yang menyebabkan satu pengguna menjadi pemilik tunggal dari semua dompet multi-signature.

Baca juga : Pendiri Apple Sebut Bitcoin Lebih Baik dari Emas

Sang pemilik tunggal itu, yang bernama alias "devops199", panik begitu mengetahui apa yang terjadi dan berupaya mengembalikan keadaan seperti semula dengan menghapus kode transfer kepemilikan wallet.

Alih-alih dikembalikan ke para pemilik semula, seluruh dana di dompet-dompet digital itu justru terkunci secara permanen.

"Ini berarti tak ada dana yang bisa dipindahkan dari dompet-dompet digital multi-signature itu," tulis Parity dalam sebuah peringatan keamanan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Guardian, Kamis (9/11/2017).

Ether yang terkunci dalam dompet secara tak sengaja ini diperkirakan bernilai 300 juta dollar AS atau lebih dari Rp 4 triliun. Pihak Parity belum memastikan angka persisnya.

Parity pun menolak mengatakan bahwa sejumlah besar dana itu sudah "hilang", melainkan hanya "beku" dan tak bisa ditransfer. "Kami sedang menganalisis situasi dan akan merilis update yang lebih detail dalam waktu dekat," imbuh Parity.

Ethereum adalah cryptocurrency terpopuler kedua setelah Bitcoin. Nilai Ether telah meningkat lebih dari 2.500 persen dalam setahun terakhir dan kini berada di kisaran 285 dollar AS per keping.

Baca juga : Samsung Daur Ulang Galaxy S5 Jadi Penambang Bitcoin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.