Baterai Kamera Meledak Gegerkan Bandara Orlando

Kompas.com - 15/11/2017, 15:09 WIB
Ilustrasi ledakan. ShutterstockIlustrasi ledakan.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com — Sebuah ledakan keras terdengar di Bandara Orlando pada Jumat (10/11/2017). Pada awalnya, calon penumpang yang ada di bandara mengira telah terjadi penembakan. Namun, setelah ditelusuri, suara tersebut berasal dari ledakan baterai lithium-ion yang dibawa oleh salah satu penumpang.

Ledakan tersebut terjadi di bagian luar pintu terminal utama. Pada saat itu, seorang penumpang datang dengan membawa tas berisi kamera. Ketika mulai memasuki pos pemeriksaan, penumpang tersebut mendapati tasnya mengeluarkan kepulan asap.

Hal itu membuat pemilik tas terkejut. Ia spontan melemparkan tasnya dan mengajak penumpang lain menjauhi tas tersebut. Kejadian itu tentu saja membuat suasana pintu masuk menjadi sedikit ricuh.

Melihat kegaduhan yang terjadi, petugas keamanan bandara lantas datang dan memindahkan tas tersebut jauh dari keramaian sebelum membuat panik banyak orang.

"Beberapa saksi panik dan meninggalkan barang barang mereka. Mereka melarikan diri dari pos pemeriksaan sehingga membuat tiang penyangga jatuh," tulis Phil Brown, CEO Otoritas Penerbangan Orlando, di akun Facebook resmi Bandara Internasional Orlando.

"Saat mulai terdengar suara ledakan, penumpang berusaha menyelamatkan diri hingga petugas dapat mengontrol suasana," tambahnya.

Baca juga: Mengapa Bengkel Pesawat Itu Penting?

Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Namun, Bandara Internasional Orlando harus membatalkan 24 penerbangan.

Selain itu, tim keamanan bandara juga melakukan proses pemeriksaan ulang yang menyebabkan beberapa penerbangan ditunda hingga 2,5 jam. Penerbangan di Bandara Internasional Orlando baru dapat beraktivitas normal dalam selang waktu sekitar 4 jam.

Insiden ledakan ini terjadi pascabadan keamanan penerbangan Amerika Serikat melakukan revisi terhadap pemeriksaan keamanan barang elektronik. Sebulan sebelum kejadian ini, regulator penerbangan sipil AS (FAA) melarang perangkat elektonik yang berukuran lebih besar dari telepon pintar dimasukkan dalam tas.

FAA menyarankan perangkat elektronik tersebut sebaiknya tidak boleh disatukan dengan barang lain di dalam bagasi. Perangkat tersebut harus dibawa ke kabin pesawat setelah mengikuti pemeriksaan keamanan secara terpisah.

Dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Rabu (15/11/2017), perangkat elektronik yang mengandung baterai harus dipisahkan dari benda tertentu, seperti aerosol dan hair spray.

Baca juga: Samsung Bagikan 200 Galaxy Note 8 Gratis ke Penumpang Pesawat

FAA telah melakukan sebuah percobaan dengan mengemas laptop bersebelahan dengan pelembab rambut, nail remover, pembersih tangan cair, dan alkohol murni untuk membuktikan hal tersebut. Hasilnya, semua benda tersebut mengakibatkan kebakaran tanpa diduga.

Selain itu, FAA juga melarang penumpang untuk melepas baterai lithium-ion dari perangkatnya. Sebab, baterai yang bersentuhan dengan baterai lain atau benda logam seperti kunci dan koin dapat menghasilkan panas yang dapat menimbulkan percikan api.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X