Kompas.com - 08/12/2017, 07:41 WIB
Model memamerkan ponsel 4G LTE pertama Smartfren yang menjalankan custom ROM Cyanogen 12 berbasis sistem operasi Android 5.0 Lollipop di Jakarta, Selasa (9/6/2015). Oik Yusuf/KOMPAS.comModel memamerkan ponsel 4G LTE pertama Smartfren yang menjalankan custom ROM Cyanogen 12 berbasis sistem operasi Android 5.0 Lollipop di Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Penulis Farid Assifa
|
EditorReska K. Nistanto

MANADO, KOMPAS.com - PT Smatfren Telecom melakukan uji coba jaringan di Kota Manado, Sulawesi Utara dan sekitarnya, Kamis (7/12/2017). Hasilnya, daya cakup (coverage) jaringan Smartfren di Kota Manado dan sekitarnya baik dan bisa layanannya bisa diterima oleh konsumen atau pengguna.

Uji jaringan di Kota Manado dan daerah sekitarnya dilakukan dengan menjelajah menggunakan kendaraan, dari mulai hotel tempat wartawan menginap, yakni Four Point di kawasan Boulevard hingga ke luar kota, seperti Tomohon, Kawangkoan, Langoan, Tondano.

Menurut Vice President (VP) Technology Relations PT Smartfren Telecom, Munir Syahda Prabowo, secara umum sinyal Smartfren di Kota Manado dan daerah sekitarnya relatif baik. Di Kota Manado sendiri, cakupan sinyal Smartfren mencapai 72 persen wilayah.

Sedangkan di kota sekitarnya, seperti Minahasa dan Tondano, sebanyak 60 persen layanan Smartfren bisa menutupi kebutuhan internet penggunanya.

Vice President (VP) Technology Relations PT Smartfren Telecom, Munir Syahda Prabowo saat melakukan presentasi hasil uji jaringan Smartfren di Hotel Four Points, Manado, Kamis (7/12/2017).Kompas.com/ Farid Assifa Vice President (VP) Technology Relations PT Smartfren Telecom, Munir Syahda Prabowo saat melakukan presentasi hasil uji jaringan Smartfren di Hotel Four Points, Manado, Kamis (7/12/2017).
Lalu memasuki kawasan Tomohon, Kawangkoan dan Langoan, jaringan Smartfren masih bagus. Hanya saja, ada beberapa titik, terutama di jalan berkelok dan berbukit, jaringan Smartfren lemah.

Munir mengakui, memang sejumlah titik yang dilewati dari Tomohon hingga Tondano, jaringan Smartfren lemah.

Dia menyebutkan, lemahnya sinyal di titik itu karena dua hal. Pertama, letak geografisnya pegunungan dan berkelok sehingga menyebabkan sinyal dari Base Transceiver Station (BTS) terhalang.

Jika memasang banyak BTS di daerah itu, sementara pengguna Smartfren minim, maka akan sangat membebani.

Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha untuk memperkuat jaringan di daerah berbukit dan berkelok.

Munir mengatakan, untuk memasang BTS, hal yang menjadi salah satu pertimbangan adalah nilai keekonomisan. Menurut Munir, jika di daerah tertentu, pengguna Smartfren minim atau hanya sekadar lewat, maka secara ekonomi sulit untuk mendapat return atau balik modal.

Baca juga : Kartu Perdana Baru Smartfren, Rp 30.000 Kuota 6 GB

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.