Kompas.com - 10/01/2018, 19:31 WIB
Lantai dasar sekaligus lobi kantor baru situs belanja online Bukalapak.com. Gambar diambil pada Selasa (12/1/2016). Dok BukalapakLantai dasar sekaligus lobi kantor baru situs belanja online Bukalapak.com. Gambar diambil pada Selasa (12/1/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan dompet digital alias e-money "BukaDompet" milik Bukalapak masih ditangguhkan oleh Bank Indonesia (BI), sejak September 2017 lalu.

Saat ditanya soal nasib BukaDompet, pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, mengatakan masih menunggu kabar dari BI. Ia pun mengaku sudah memenuhi berbagai syarat yang diminta.

"Tanya ke BI. Semua ketentuan sudah kami submit, dokumennya tebal banget, saya nggak hafal semua," kata dia, Rabu (10/1/2018), usai konferensi pers perayaan HUT Bukalapak ke-8, di Jakarta.

Achmad Zaky mengatakan proses dengan BI ternyata lebih lama dari yang sebelumnya diprediksi hanya dua bulan. Ia sendiri tak bisa berkomentar banyak soal lamanya pembukaan penangguhan BukaDompet.

Baca: Resmi, Bukalapak Jadi Startup Unicorn Ke-4 Indonesia

"Kami belum bisa bilang kapan BukaDompet beroperasi lagi seperti semula. Itu tergantung BI," ia menuturkan.

Selain BukaDompet, empat layanan pembayaran digital yang dibekukan BI adalah ShopeePay milik Shopee, Paytren, dan TokoCash milik Tokopedia. Aturan soal dompet virtual diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 11/12/PBI/2009, dengan perubahan terakhirnya pada PBI Nomor 18/17/PBI/2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam aturan itu disebutkan penyelenggara e-money yang menghimpun dana beredar alias floating fund lebih dari Rp 1 miliar harus izin ke BI dan memiliki lisensi khusus. Para layanan e-money yang dibekukan belum menggenggam lisensi itu sebelumnya dan baru mengurus syarat-syaratnya, pasca ditangguhkan.

Sejauh ini, yang tidak bisa dilakukan via BukaDompet adalah penambahan saldo alias top-up. Fitur-fitur lainnya seperti transaksi, cashback, refund dan redeem Gift Card, masih berfungsi seperti biasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.