Mengenal Kasotsuka Shojo, "Girlband" Bitcoin Asal Jepang

Kompas.com - 15/01/2018, 13:44 WIB
Personel Girlband Kasotsuka Shojo Cinderella AcademyPersonel Girlband Kasotsuka Shojo
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Grup musik yang tergabung dalam boyband, girlband maupun idol group biasanya menyanyikan lagu bertema cinta atau kehidupan para remaja. Namun lain halnya dengan girland Jepang yang satu ini.

Alih-alih menyanyikan lagu populer tentang cinta seperti yang dilakukan oleh AKB48 dan Morning Musume, girlband bernama Kasotsuka Shojo ini membawa tembang bertemakan mata uang kripto (cryptocurrency).

Uniknya, girlband beranggotakan delapan orang gadis belia berseragam pelayan ini tidak menunjukkan wajahnya. Mereka lebih memilih menggunakan topeng ala pegulat Meksiko, Rodolfo Guzman Huertara berhiaskan aksesori bulu untuk menutupi parasnya.

Serunya lagi, topeng yang dipakai oleh delapan personel girlband tersebut mewakili sejumlah mata uang yang beredar di pasar cryptocurrency. Dari bitcoin hingga etherum semua diwakilkan dalam sebuah topeng, mulai dari Nem (XEM), Bitcoin Cash (BCH), MonaCoin (MONA), Bitcoin (BTC), Cardano (ADA), Ethereum (ETH), Neo (NEO), dan Ripple (XRP).

Kasotsuka Shojo yang berada di bawah Cinderella Academy sendiri jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki makna "gadis mata uang virtual".

Girlband ini memulai debutnya haru Jumat, 5 Januari 2018 lalu di Tokyo. Lagu pertamanya, "The Moon and Virtual Currencies and Me" terinspirasi dari peringatan sejumlah regulator terhadap keamanan siber dan kerawanan bisnis cryptocurrency.
 
Meski tema yang dinyanyikan tampak "berat", tembang yang dilantunkan oleh Kasotsuka Shojo mengusung lirik yang mudah dipahami. Ditambah lagi nuansa pop-elektro layaknya sejumlah lagu j-pop lainnya menjadikan lagu ini enak didengar.

Berdasarkan informasi yang didapatkan KompasTekno dari Quartz,  Senin (15/1/2018), Kasotsuka Shojo bukan dibentuk untuk mengajak penggemarnya melakukan investasi di mata uang kripto. Namun lebih pada melakukan edukasi ke masyarakat Jepang mengenai dunia cryptocurrency. Sebab, saat ini Jepang memang sudah menjadi salah satu negara yang paling terbuka dalam urusan bitcoin.

"Cryptocurrency itu sangat mudah untuk dipahami, kami malah jadi berpikir kenapa kita tidak punya hal seperti ini sejak dulu. Kami ingin semua orang mempelajari tentang mereka", ujar Rara Naruse, pemimpin grup musik tersebut dalam akun Twitter-nya.


Dalam konser debutnya, Kasotsuka Shojo juga mewajibkan transaksi dengan menggunakan mata uang kripto. Mulai dari pembelian tiket, merchandise, hingga pembayaran honor untuk para personel.

Keberadaan Kasostsuka Shojo di ranah industri musik Jepang tampaknya sangat disukai. Sebab di konser debutnya, tiket yang tersedia langsung habis diborong oleh para penggemar.


Baca juga : Kisah Bitcoin Senilai Rp 1 Triliun yang Terbuang ke Tempat Sampah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Quartz
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X