Kompas.com - 17/01/2018, 17:31 WIB
|
EditorOik Yusuf

KOMPAS.com - Kemajuan teknologi atas sejumlah perangkat menyebabkan eksistensi perangkat lainnya tergeser, bahkan punah. Sama halnya dengan kepingan DVD dan video Blu-ray. Perangkat penyimpanan yang sempat booming di awal tahun 2004 itu tampaknya bakal mengalami nasib yang sama dengan pedahulunya, kaset VHS.

Sejak teknologi berubah menjadi serba digital dan online, konsumen mulai meninggalkan cakram DVD. Mereka beramai-ramai menyerbu layanan streaming online yang dinilai lebih mudah dan murah. Hal inilah yang kemudian mengancam kepunahan DVD dan video Blu-ray di masa depan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh firma riset asal Jerman, Statista, untuk wilayah Amerika Serikat, semua penjualan video dengan format fisik seperti DVD dan Blu-Ray mengalami penurunan yang signifikan di tahun 2017. Hal tersebut bahkan berdampak pada gerai penjualan cakram DVD, seperti RedBox dan Kiosk.

Penjualan DVD Blu-ray tahun 2017 mencapai angka 4,72 miliar dolar AS (Rp 62,9 triliun), turun 14 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan, langganan DVD Blu-ray dan rental DVD meraih penjualan masing-masing senilai 0,45 miliar dolar AS (Rp 5,6 triliun) dan 0,39 miliar dolar AS (5,2 triliun). Keduanya turun sebesar masing-masing 18 dan 20 persen.

Meski masih membukukan pendapatan yang cukup besar, paparan data tersebut mengisyaratkan bahwa industri hiburan berbasis cakram DVD dan Blu-ray tengah menjalani situasi sulit.

Grafik penjualan video fisik dan streamingStatista Grafik penjualan video fisik dan streaming

Langganan video online meningkat

Kenaikan penjualan terlihat didapat video berbasis layanan online, seperti dikutip KompasTekno dari Bussines Insider, Rabu (17/1/2018).

Layanan streaming mencatat penjualan hingga 9,55 miliar dolar AS (Rp 47,3 triliun), naik sekitar 31 persen. Sedangkan penjualan perangkat elektronik meraup angka penjualan 2,15 miliar dolar AS (Rp 28,6 triliun), naik sebesar 5 persen dari tahun lalu.

Sementara itu, penjualan video on-demand lewat TV kabel berlangganan di Amerika Serikat juga turun sekitar 7 persen dibanding tahun lalu, sehingga semakin menggarisbawahi tren cord-cutter di mana konsumen berhenti berlangganan TV kabel untuk beralih ke layanan streaming online.

"Melihat industri home entertainment secara keseluruhan, jelas bahwa masa depan distribusi video adalah digital," sebut Statista dalam laporannya.

"Semua format fisik, baik yang dijual langsung ke konsumen ataupun lewat rental, mengalami penurunan dua digit," imbuh lembaga riset tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.