Google Dikabarkan Caplok Pelopor Teknologi Light Field

Kompas.com - 23/03/2018, 08:46 WIB
Ilustrasi virtual reality The IndependentIlustrasi virtual reality
|

KOMPAS.com - Google dikabarkan tengah dalam proses mengakuisisi Lytro, sebuah perusahaan rintisan yang fokus pada pengolahan gambar. Lytro merupakan salah satu penggagas teknologi fotografi light field dan sekaligus pabrikan kamera light-field.

Kamera dengan teknologi light field memungkinkan sebuah foto diubah fokusnya setelah penjepretan. Jika kamera biasa hanya menangkap intensitas cahaya, light-field camera dapat menangkap arah sinar cahaya selain intensitasnya.

Sumber internal mengatakan bahwa Google siap menggelontorkan dana sekitar 40 juta dollar Amerika Serikat demi mengakuisisi perusahaan rintisan ini.

Kendati demikian, bagi Lytro angka ini adalah harga yang sangat rendah yang didapatkan. Pasalnya di tahun 2017 lalu valuasi perusahaan rintisan ini diprediksi mencapai 360 juta dolar Amerika Serikat.

Kabarnya, akuisisi ini dilakukan untuk menggenjot kemampuan Virtual Reality ( VR) yang tengah dikembangkan Google. Sumber lain juga menyebutkan, Google berkepentingan pada paten-paten yang dimiliki Lytro.

Lytro sendiri memiliki 59 paten terkait teknologi pengolahan gambar digital. Perusahaan yang didirikan pada 2006 silam ini membuat kamera pertama yang mampu mengatur fokus ke sisi gambar mana pun setelah gambar tersebut diambil.

Fitur ini kini diadopsi oleh banyak smartphone yang memiliki kamera ganda, semisal Apple dan Huawei. Kendati demikian, reputasi Lytro dalam penjualan kamera tidak begitu baik.

Lytro sejauh ini hanya membuat dua kamera konsumer, keduanya mengalami jumlah penjualan yang tak begitu signifikan.

Kemudian perusahaan ini beralih dengan memfokuskan diri pada pengolahan gambar untuk diterapkan pada virtual reality. Fokus baru Lytro tersebut dianggap sangat berguna untuk teknologi virtual reality yang terus dikembangkan Google.

Seperti diketahui, Google memiliki aplikasi VR bernama "Welcome to Light Fields". Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi beragam lokasi melalui foto-foto yang diambil dengan 16 kamera. Kamera ini mengambil foto dari segala arah dan menampilkan pengalaman virtual reality yang lebih baik.

Lytro pun diprediksi akan sangat membantu Google dalam pengembangan VR. Apalagi Lytro memiliki Immerge, kamera yang disebut-sebut dapat merekam video virtual reality.

Baca juga : Kamera Lytro Illum, Jepret Dulu Fokus Belakangan



Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X