Waze Ternyata Banyak Dipakai Pengendara yang Sudah Hafal Jalan

Kompas.com - 28/03/2018, 18:39 WIB
Country Manager Waze Indonesia Marlin Siahaan (tengah) dalam perkenalan Waze for Brand dalam sebuah acara di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018). Yudha Pratama/KOMPAS.comCountry Manager Waze Indonesia Marlin Siahaan (tengah) dalam perkenalan Waze for Brand dalam sebuah acara di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (28/3/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Waze dan Google Maps adalah dua aplikasi serupa. Keduanya merupakan platform peta digital untuk kepentingan navigasi dan memiliki jumlah pengguna yang besar di Indonesia.

Meski sama-sama memiliki jumlah pengguna yang boleh dibilang besar, ternyata ada perbedaan kebiasaan di antara pengguna Waze dan Google Maps. Kedua perbedaan ini membuat Waze dan Google Maps punya fungsi yang unik masing-masing.

Menurut Country Manager Waze Indonesia Marlin R. Siahaan, Waze digunakan oleh mayoritas pengguna untuk memilah jalur yang lebih cepat mencapai tujuan serta minim hambatan.

Para pengguna ini sudah paham akan ke mana tujuan mereka baik titik berangkat maupun titik datang, namun mereka ingin mencari jalur alternatif guna efisiensi waktu. Dengan kata lain, Waze lebih banyak digunakan untuk kepentingan navigasi oleh pengguna harian yang sudah hafal jalan.

"Dua produk ini punya fungsi masing-masing. Waze lebih banyak sebagai platform navigasi. Pengguna sudah tau akan berangkat dari titik mana dan menuju ke mana. Mereka menggunakan Waze supaya lebih cepat sampai saja," ungkap Marlin dalam acara perkenalan layanan Waze for Brands di hotel The Westin, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Sedangkan Google Maps menurut Marlin, lebih banyak digunakan oleh pengguna untuk mengeksplorasi tempat-tempat tertentu yang bahkan belum dikenali pengguna itu sendiri.

Pengguna Google Maps kebanyakan belum tahu lokasi yang akan ia tuju dan kemudian memanfaatkan aplikasi ini untuk mencari tempat-tempat yang sesuai dengan kriteria mereka.

"Kalau Google Maps lebih banyak digunakan untuk discovery. Biasanya di Google Maps pengguna bisa tahu di lokasi itu apakah ada restoran misalnya, atau tidak. Kemudian bagaimana cara ke lokasi tersebut dan naik apa," ujar Marlin.

Waze sendiri sejatinya adalah anak perusahaan yang "dicaplok" sejak 2013 lalu setelah diakuisisi dari Waze Mobile. Akuisisi Google terhadap Waze bernilai 1,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 17 triliun).

Layaknya Google Maps, Waze juga akan menampilkan waktu tempuh dan detail rute yang akan dilalui, termasuk rute alternatif, info kecelakaan, kemacetan atau penutupan jalan. Bedanya, Waze juga menyediakan informasi tentang razia lalu-lintas dan perubahan jalan satu arah, di mana informasi ini tidak ditemui di Google Maps.

Namun detail rute di Waze memang lebih real-time karena menggunakan konsep crowdsourcing, artinya, Waze mengandalkan informasi yang diberikan sesama pengguna Waze. Dengan kata lain, Waze merupakan aplikasi navigasi yang berbasis media sosial, yang mengizinkan para penggunanya berbagi informasi lalu-lintas.

Waze dilengkapi beberapa fitur unggulan seperti opsi suara navigasi yang lebih banyak dibanding Google Maps. Beda dengan Waze yang berbasis media sosial, Google Maps tergolong aplikasi navigasi standar. Namun, Google Maps lebih banyak menampilkan pilihan rute transportasi seperti sepeda, pejalan kaki, dan transportasi umum seperti bus.

Baca juga : Membandingkan Google Maps dengan Waze, Mana Lebih Baik?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X