Teror Bom Munculkan Hoaks dan Ujaran Kebencian, Laporkan ke Sini!

Kompas.com - 14/05/2018, 12:14 WIB
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ledakan bom beruntun di Surabaya dan Sidoarjo memunculkan gejolak di tengah masyarakat. Salah satunya tampak dari penyebaran berita hoaks dan provokatif yang ramai di ranah maya.

Foto dan video tak layak juga sempat membanjiri linimasa media sosial, meski belakangan mulai memudar. Bahkan, beberapa oknum politikus terkesan menunggangi kasus ini untuk kepentingan tertentu.

Gejolak-gejolak ini bisa menimbulkan pergesekan dan perpecahan. Karenanya, diimbau agar masyarakat tetap tenang, tak gampang panik, dan tak mudah terprovokasi, sambil terus meningkatkan kewaspadaan.  

Jika melihat konten negatif yang berdampak buruk, sebaiknya laporkan ke layanan aduan konten yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Laporan bisa melalui tiga kanal berikut ini:


Baca juga: Menkominfo Imbau Jangan Beri Oksigen untuk Aksi Teror

Dalam laporan tersebut, pelapor harus menyertakan screen capture atau tautan konten negatif yang ditemukan di internet. Setelahnya, laporan akan diverifikasi dan diproses lebih lanjut. Kominfo menjamin kerahasiaan pelapor, sehingga tak perlu takut untuk mengajukan aduan.

Di luar dari insiden terorisme yang terjadi dua hari terakhir, layanan aduan konten Kominfio bisa digunakan untuk melaporkan konten negatif lainnya. Misalnya berita bohong, pornografi, ujaran kebencian, perjudian, penipuan, narkoba, malware, terorisme, kekerasan, dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diketahui, ledakan bom beruntun terjadi dua hari berturut-turut. Mulanya di tiga gereja di Surabaya, lantas di rusunawa di Sidoarjo pada Minggu (13/5/2018), kemudian terakhir di Mapolresta Surabaya pada Senin (14/5/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.