Frekuensi 2,1 GHz Dipakai Tri untuk Perkuat Sinyal di Jalur Mudik

Kompas.com - 23/05/2018, 12:35 WIB
VP Network Planning & Contract Management Hutchison Tri Indonesia, Gustiansyah Wilson saat bincang dengan awak media, Selasa (22/5/2018) malam.KOMPAS.com/Yoga H. Widiartanto VP Network Planning & Contract Management Hutchison Tri Indonesia, Gustiansyah Wilson saat bincang dengan awak media, Selasa (22/5/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hutchison Tri Indonesia (Tri) mulai memakai tambahan spektrum frekuensi 2.100 MHz (2,1 GHz) yang dimenangkannya dalam lelang pemerintah beberapa waktu lalu.

VP Network Planning & Contract Management Tri, Gustiansyah Wilson mengatakan bahwa implementasi perdana frekuensi 2,1 GHz adalah saat bulan Ramadhan ini. Khususnya untuk mengamankan masa mudik lebaran ketika akses layanan telekomunikasi meningkat.

"Setelah dapat tambahan kanal (di frekuensi 2,1 GHz), ini pertama kalinya pakai untuk kurangi beban traffic. Kita akan implementasikan di 5.300 site, yang terdiri dari 2.500 3G dan 2.800 site LTE," ujarnya saat ditemui dalam Peluncuran Paket Berbagi Berkah, di Jakarta, Selasa (22/5/2018) malam.

Gustiansyah menjelaskan, total 5.300 site yang dimaksud terletak di sepanjang jalur mudik Pulau Jawa. Tepatnya dari Jakarta ke Surabaya; Jakarta ke Merak; Jakarta ke Bandung; dan Bandung ke Yogyakarta.

Baca juga: Pengakses Internet Tri Melonjak saat Sahur

Optimalisasi terhadap site pemancar sinyal itu dilakukan antara lain dengan cara re-tuning perangkat, serta peningkatan kapasitas. Tujuannya adalah sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan akses.

Gusti mengatatakan, lonjakan akses selama Ramadhan 2018 ini diperkirakan sekitar 105 TB per hari. Sementara itu di hari-hari biasa, Tri biasa menangani akses sebesar 5.238 TB per hari.

Selain melakukan optimalisasi, menurut Gusti, Tri juga menyiapkan sejumlah base transceiver station (BTS) mobile. Total ada 35 unit BTS yang disiapkan dan akan selesai dipasang di titik-titik tertentu pada akhir Mei ini.

Menurut Gusti, BTS mobile atau disebut juga sebagai Call on Will (COW), akan diletakkan di point of interest. Misalnya rest area jalan tol, exit jalan tol, terminal, atau stasiun.

"Ada 35 CoW yang kami siapkan dan akan mulai aktif akhir bulan ini (Mei). Optimalisasi juga sama, selesainya akhir bulan ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Tri memenangkan lelang dan mendapatkan spektrum 5 MHz pada frekuensi 2,1 GHz. Spektrum tersebut rencananya akan dipakai untuk memperbesar kapasitas jaringan telekomunikasi Tri sehingga pelanggan bisa merasakan internet yang lebih cepat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X