Kompas.com - 30/11/2018, 09:01 WIB
Para peserta Re:Invent 2018 mendengarkan pemaparan dari pembicara kunci di Sands Expo, Hotel Venetian, Las Vegas pada 28 November 2018. DOK. AWSPara peserta Re:Invent 2018 mendengarkan pemaparan dari pembicara kunci di Sands Expo, Hotel Venetian, Las Vegas pada 28 November 2018.

Fitur baru lain dari machine learning yang dianggap bisa menjawab kebutuhan pelanggan adalah Amazon Forecast. Teknologi tersebut akan memudahkan perusahaan untuk membuat proyeksi terkait dengan rencana bisnisnya dalam beberapa tahun mendatang. 

“Selama ini, rencana bisnis perusahaan biasanya hanya menggunakan data masa lalu dan memproyeksinya untuk masa depan dengan menginput target dan tingkat pertumbuhan tahunan mereka,” ujar Jassy. 

“Akan tetapi, dalam kondisi disrupsi seperti saat ini, ada banyak faktor lain yang juga bisa memengaruhi ketepatan proyeksi. Sebut saja kondisi alam,” tuturnya melanjutkan. 

Amazon Forecast diharapkan bisa menjawab ketidaktepatan proyeksi karena faktor yang tak diperkirakan. Dalam melakukan analisis, data historis dan data kasual digunakan untuk melakukan proyeksi. 

Data historis seperti jumlah inventori dan proses distribusi produk, dipadukan dengan data kasual seperti cuaca dan kondisi pasar - misal saat ada diskon untuk sejumlah event tertentu. Data tersebut lantas dimasukkan lalu dianalisis Amazon Forecast melalui sembilan tahapan. 

Baca juga: Amazon Meringkas Proses Machine Learning dengan SageMaker

“Dengan menggunakan Amazon Forecast, pengguna tidak hanya akan mendapatkan proyeksi yang 50 persen lebih akurat. Namun, mereka juga bisa mereduksi biaya menjadi lebih hemat,” kata Jassy. 

Inovasi pada machine learning memang yang terbanyak dan diperkenalkan langsung oleh CEO AWS. Beberapa fitur baru lain diperkenalkan secara bergantian oleh para petinggi Amazon lain, yaitu Peter DeSantis, Terry Wise, dan Chief Technical Office (CTO) AWS, Dr. Werner Vogel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.