Diduga Beri Bonus ke Pegawai yang Curi Info Pesaing, Ini Tanggapan Huawei

Kompas.com - 19/02/2019, 20:25 WIB
Logo Huawei. HuaweiLogo Huawei.

KOMPAS.com - Huawei diduga melakukan kecurangan dalam bisnisnya. Vendor asal China itu dilaporkan memberikan bonus bagi pegawai yang berhasil mengorek informasi rahasia dari perusahaan pesaing.

Adapun besaran bonusnya tergantung pada kualitas informasi yang diperoleh, serta tingkat kerahasiaan informasi tersebut. Semakin tinggi tingkat kerahasiaannya, semakin tinggi pula bonus yang didapat.

Menurut Menteri Kehakiman AS, praktik ini sebenarnya bukan rahasia lagi di lingkungan internal Huawei. Kabarnya, di situs internal perusahaan, pegawai Huawei malah didorong untuk menggali "resep dapur" kompetitor.

Bahkan, di situs itu terpampang alamat e-mail pegawai di perusahaan pesaing yang bisa dihubungi. Semua konten di situs internal diawasi divisi bernama "competition management group".

Baca juga: Terancam Diblokir, Bisnis Huawei Tetap Lancar Jaya

Upaya mengorek informasi rahasia Apple

Lebih konkritnya, laporan TheInformation yang dikutip KompasTekno, Selasa (19/2/2019), mengungkap kecurangan Huawei ke Apple. Beberapa saat lalu, Huawei dikatakan melakukan pertemuan bisnis ke penyuplai komponen yang digunakan Apple untuk menyusun teknologi sensor monitor detak jantung di arloji pintar "Watch".

Pertemuan bisnis tersebut seolah-olah didalangi motif kerja sama eksklusif. Akan tetapi, menurut petinggi perusahaan penyuplai, Huawei justru lebih banyak menanyakan perihal Apple Watch.

Petinggi tersebut menegaskan pihaknya tidak mengungkap informasi secuil pun mengenai kerja samanya dengan Apple. Setelah pertemuan berlangsung, Huawei tak pernah lagi menghubunginya.

Bukan cuma itu, Huawei juga beberapa kali melakukan wawancara dengan mantan pegawai Apple. Namun lagi-lagi, fokus pembicaraan ada pada produk Apple.

Baca juga: Usai Tumbangkan Apple, Huawei Bidik Samsung

Selama wawancara, perwakilan Huawei lebih banyak mencari tahu informasi tentang praktik dan produk Apple, alih-alih pertanyaan wawancara kerja pada umumnya. Hal itu diakui seseorang yang mengaku pernah melalui proses wawancara ini.

"Sangat jelas, mereka lebih tertarik untuk mencari tahu soal Apple dibanding merekrut saya," kata mantan pegawai Apple.

Huawei membantah tuduhan yang mencoreng namanya ini. Menurut produsen smartphone nomor satu di China tersebut, pihaknya selalu menjunjung tinggi etika dalam berbisnis.

“Huawei membantah melakukan kecurangan. Huawei juga meminta ke penyuplai untuk memegang standar etika yang tinggi, termasuk menandatangani ‘Kesepakatan Kejujuran dan Integritas’ atau komitmen serupa lainnya, serta mendukung penyuplai menghormati kewajiban kerahasiaan mereka ke konsumen lain ketika berkomunikasi dengan Huawei,” kata perwakilan Huawei.

"Dalam melakukan penelitian dan pengembangan, karyawan Huawei harus mencari dan menggunakan informasi yang tersedia untuk umum dan menghormati kekayaan intelektual pihak ketiga sesuai Pedoman Perilaku Bisnis kami. Huawei tidak mencari atau memiliki akses ke informasi rahasia pesaing kami," perwakilan Huawei menambahkan.

Baca juga: Putrinya Ditangkap atas Permintaan AS, Begini Komentar Pendiri Huawei

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X