Oppo Gelontorkan Rp 21 Triliun untuk Riset Tahun Ini

Kompas.com - 25/02/2019, 08:01 WIB
Prototipe ponsel 5G Oppo yang dipamerkan di Barcelona, Spanyol, Sabtu (23/2/2019). KOMPAS.com/Reska K. NistantoPrototipe ponsel 5G Oppo yang dipamerkan di Barcelona, Spanyol, Sabtu (23/2/2019).

BARCELONA, KOMPAS.com - Vendor ponsel China, Oppo, mengatakan bakal menggelontorkan dana 1,5 miliar dollar AS  (setara Rp 21 triliun ) untuk keperluan riset dan pengempangan pada tahun ini.

Sebagian besar dana itu akan dialokasikan untuk mengembangkan teknologi 5G di ponselnya. Oppo sendiri telah mengenalkan ponsel 5G pertamanya di ajang Innovation Event di Barcelona, Spanyol pada Sabtu (23/2/2019) lalu.

Selain 5G, Oppo juga akan fokus mengembangkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan flash charging.

"Investasi R&D kami dianggarkan 1,5 miliar dollar AS, fokus 5G, AI, imaging, desain bentuk dan materi baru, serta pengisian daya cepat," kata Henry Tang, Director of Standard Research Oppo.

Baca juga: Oppo Klaim Bakal Jadi yang Pertama Rilis Ponsel 5G dengan Snapdragon 855

Oppo mengklaim telah memiliki 6 Divisi Riset, 4 pusat riset dan pengembangan, dan 3 design centre di seluruh dunia.

Untuk inisiasi 5G, Oppo telah bekerja sama dengan empat operator seluler dunia, Swisscom di Swiss, Telstra dan Optus di Australia, dan Singtel di Singapura.

"Kami akan terus berinovasi agar tetap menjadi pemimpin di era 5G," kata Vice President Oppo, Anyi Jiang.

Smartphone 5G pertama Oppo ini mengusung chip Snapdragon 855 dan modem X50. Oppo mengatakan ponsel 5G pertamanya itu akan mulai dipasarkan pada kuartal II-2019.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X