"Cabir", Virus Pertama Smartphone Ditemukan 14 Tahun Lalu

Kompas.com - 25/02/2019, 13:43 WIB
Ilustrasi smartphone ShutterstockIlustrasi smartphone

KOMPAS.com - Seiring menjamurnya jumlah smartphone, peredaran virusnya pun semakin banyak. Virus pada smartphone tak kalah berbahayanya dengan virus atau malware yang menyengat komputer.

Beberapa virus berpotensi mencuri data-data penting, membuat perangkat mengalami malfungsi sehingga terus-terusan restart, sampai paling parah mengakibatkan smartphone sama sekali tidak berfungsi.

Sebenarnya, kapan virus pada smartphone pertama kali ditemukan?

Menurut Kaspersky, virus pertama pada smartphone pertama kali ditemukan pada tahun 2005 silam. Virus tersebut bernama "Cabir", yang kemudian menjadi titik awal dunia pervirusan, baik dari sisi para analis virus seperti Kaspersky maupun hacker yang jumlahnya beranak pinak hingga hari ini.

Baca juga: Pabrik Chip iPhone Tumbang Diserang Virus

Virus ini juga dikenal sebagai SymbOS/Cabir, Symbian/Cabir, dan EPOC.cabir karena pada awal penemuannya, virus ini terdeteksi di sistem operasi Symbian yang kala itu menjalankan smartphone Nokia.

Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan nama Cabir. Konon, salah satu alasannya adalah sebagai dedikasi kepada seorang pegawai Kaspersky bernama Elena Kabirova yang mendadak muncul saat perdebatan nama virus di lab Kaspersky.

Selain itu, pengucapan Cabir juga mirip dengan "Caribe", sebuah cacing komputer yang dikembangkan tahun 2004 dan ditargetkan untuk menyerang ponsel SymbianOS. Tulisan "Caribe" akan muncul di layar setiap kali pengguna smartphone Symbian yang terinfeksi Cabir mengaktifkan ponselnya.

Ilustrasi virus Cabir atau Caribe yang menyerang smartphone untuk pertama kalinya di ponsel berbasis Symbian tahun 2005.Kaspersky Ilustrasi virus Cabir atau Caribe yang menyerang smartphone untuk pertama kalinya di ponsel berbasis Symbian tahun 2005.

Penyebaran virus ini melalui koneksi Bluetooth dan mudah sekali menyebar di area keramaian, seperti restauran, acara konser, atau olahraga. Salah satu kejadian Cabir terbesar terdeteksi saat penyelenggaraan Athletics World Cup yang berlangsung di Helsinki, Finlandia, pada Agustus 2005.

Untuk pencegahan virus ini, pengguna harus menon-aktifkan Bluetooth atau mengubah mode perangkat menjadi "invisible".

Baca juga: Intel Manfaatkan GPU Komputer Untuk Memburu Virus

Sudah Diramalkan

Beberapa bulan sebelum Cabir menginfeksi smartphone pada 2005, Kepala Kaspersky, Alex Gostev, pernah ditanya oleh seorang pewarta, mengapa tidak ada virus yang menyerang smartphone. Gostev pun menjawab bahwa dalam setahun nanti akan mulai muncul beberapa.

Ramalan Gostev terbukti adanya. Cabir diciptakan oleh sekelompok hacker bernama 29A yang terkenal sering membuat virus yang rumit dan inovatif. Fragmen kode Cabir kemudian melahirkan beberapa virus lain yang dibuat anggota-anggota 29A.

Sampel virus ini sebenarnya dikirim oleh beberapa perusahaan anti--virus. Kaspersky lantas berhasil menemukan kodenya dan menyertakan pendeteksi ke database antivirus.

Adalah Roman Kuzmenko yang berjasa memecahkan kode virus Cabir. Berkat jasanya, ia kemudian mendapat penghargaan dari Symbian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Kaspersky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X