Kompas.com - 26/03/2019, 07:47 WIB

Malware yang masuk ke dalam sistem Asus ini juga dinilai sangat unik. Bahkan, Costin Raiu, Direktur Kaspersky Global Research & Analysis Team mengatakan bahwa peretas berhasil menyusup masuk ke dalam sistem dengan cara yang hampir tidak terdeteksi.

"Serangan ini berada satu level di atas serangan sebelumnya, dengan kompleks dan diam-diam," ungkap Costin.

"Penyaringan target ditujukan berdasarkan MAC Address, ini jadi salah satu alasan bahwa malware ini terdeteksi begitu lama. Bahkan jika Anda bukan target yang dituju, malware ini hampir tidak bersuara," pungkas Costin.

Pihak Asus Indonesia menyatakan mereka sedang mendalami kasus ini dan mencari solusinya.

"Secara pasti belum ada informasi spesifik terkait dampaknya terhadap pengguna notebook Asus di Indonesia. Tetapi akan kami informasikan setelah kami mendapatkan informasi lengkap dari pihak headquarter," ujar Head of Public Relations and E-Marketing Asus Indonesia, Muhammad Firman kepada KompasTekno, Selasa (26/3/2019).

Baca juga: WiFi Ternyata Bukan Singkatan Wireless Fidelity

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.