Pendiri Sebut Facebook Harus Dipecah, Ini Tanggapan Zuckerberg

Kompas.com - 16/05/2019, 19:11 WIB
Ilustrasi Facebook IstIlustrasi Facebook
Penulis Oik Yusuf
|

Jumlah gabungan para pengguna aktif bulanan Facebook, WhatsApp, dan Instagram yang mendekati angka 4 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan media sosial kompetitor macam Twitter dan Snapchat yang masing-masing masih berada di bawah 400 juta.

Baca juga: Setahun Hengkang, Pendiri WhatsApp Blak-blakan soal Perselisihan dengan Bos Facebook

Menurut Hughes, “kesalahan terbesar” FTC adalah memberi lampu hijau untuk akuisisi Instagram dan WhatsApp oleh Facebook. Efeknya buruk buat kompetisi, karena Facebook menjadi terlalu kuat untuk disaingi.

“Kalau tidak mengakuisisi pesaing, Facebook menggunakan monopolinya untuk  menggulung kompetitor atau menjiplak teknologi mereka,” imbuh Hughes.

Instagram dan WhatsApp diakuisisi, sementara layanan video sharing Vine dijegal dengan tidak diberi akses ke daftar teman penggunanya di Facebook. Vine pun tutup dalam empat tahun.

Kemudian, strategi menjiplak diterapkan terhadap Snapchat, karena Facebook tak melihat cara lain untuk memberangus kompetitor yang satu ini.

Instagram membuat fitur Stories yang dicomot mentah-mentah dari Snapchat. Ironisnya, Instagram Stories kemudian malah jadi lebih populer dari Snapchat.

Baca juga: Dianggap Contek Snapchat, Instagram Stories Malah Lebih Unggul

Selain Facebook sebagai institusi, kekuasaan luar biasa juga terletak di tangan sang bos besar, CEO Mark Zuckerberg, teman satu kampus Chris Hughes

“Pengaruh Mark sangat besar, jauh di atas siapapun lainnya di sektor swasta maupun pemerintah. Dia mengontrol tiga platform komunikasi  -Facebook, Instagram, dan WhatsApp- yang digunakan miliaran orang tiap hari,” tulis Hughes.

Di dalam perusahaan pun, lanjut Hughes, Zuckerberg memiliki kendali penuh karena memiliki lebih dari 60 persen saham dengan hak voting. Dewan direksi Facebook pun lebih berfungsi sebagai pemberi saran ketimbang pengawas sang CEO.

“Mark bisa menentukan konfigurasi algoritma untuk menentukan apa yang dilihat pengguna di News Feed,” ujar Hughes. “Dia bisa memilih apakah ingin melibas pesaing dengan cara membelinya, memblokir, atau menjipaknya.”

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X