Setelah Huawei, Produsen Drone DJI Bakal Diblokir AS?

Kompas.com - 23/05/2019, 10:58 WIB
Ilustrasi orang sedang menggunakan drone DJI Mavic ProSHUTTER STOCK Ilustrasi orang sedang menggunakan drone DJI Mavic Pro

KOMPAS.com - Dampak perang dagang AS-China terhadap perusahaan teknologi masih berlanjut. Setelah AS melarang Huawei berhubungan bisnis dengan perusahaan asal AS, kini hukuman yang sama disinyalir akan berlaku untuk produsen drone asal China, DJI.

Dugaan itu muncul setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS secara tersirat menyebut bahwa drone buatan DJI berpotensi mengirimkan informasi penerbangan sensitif ke markas besar DJI di Shenzen yang kemudian bisa diakses pemerintah.

"Pemerintah AS sangat khawatir dengan produk teknologi yang mengambil data Amerika ke teritori wilayah negara otoriter yang memungkinkan badan intelijennya mengakses atau menyalahgunakan data tersebut," jelas Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Tidak disebutkan secara spesifik produsen yang dimaksud adalah DJI. Namun, hampir 80 persen drone yang digunakan di AS dan Kanada adalah buatan DJI.

"Kekhawatiran ini berlaku untuk perangkat (pesawat tanpa awak) yang terhubung dengan China, yang mampu memperoleh dan berpotensi mengirim data tentang operasi mereka, indiviu, dan operasi entitas mereka lainnya, karena China sangat mewajibkan warganya mendukung kegiatan intelijen," tulis peringatan tersebut.

Baca juga: Google Akan Cabut Lisensi Android Smartphone Huawei

DJI pun menanggapi peringatan yang diberikan pemerintah AS. Mereka mengatakan akan memberikan kendali penuh dan lengkap bagi penggunanya tentang bagaimana data mereka diperoleh, disimpan, dan dikirim.

"Di DJI, keamanan adalah inti dari semua yang kami lakukan, dan keamanan teknologi kami telah diverifikasi secara independen oleh pemerintah AS dan pemimpin bisnis AS," jelas DJI.

DJI mengklaim menyediakan drone yang tidak mentransfer data ke DJI ataupun melalui internet bagi pemerintah atau pengguna yang khawatir akan masalah perlindungan data.

Selain itu, DJI juga mengatakan pengguna drone besutannya bisa mengikuti semua tindakan pencegahan sesuai rekomendasi pemerintah.

"Setiap hari, pebisnis Amerika, responden utama, dan lembaga pemerintah AS, percaya dengan drone DJI untuk membantu menyelamatkan nyawa, mempromosikan keamanan pekerja, dan mendukung kegiatan operasional vital, kami bertanggung jawab secara penuh," klaim DJI.

Baca juga: Impian Huawei Melibas Samsung Terancam Kandas Gara-gara Google

Dilansir KompasTekno dari The Verge, Kamis (23/5/2019), DJI menambahkan mode privasi pada tahun 2017 lalu. Mode tersebut menon-aktifkan aplikasi yang menggunakan internet saat mengudara.

Mode ini merupakan respon DJI setelah Angkatan Darat AS memberikan memo yang meminta semua unit berhenti menggunakan DJI terkait masalah keamanan siber.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X