Keputusan Ponsel Huawei Boleh Pakai Android Masih Menggantung

Kompas.com - 03/07/2019, 19:09 WIB
Booth Huawei di MWC 2019.KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo Booth Huawei di MWC 2019.

KOMPAS.com - Tensi perang dagang antara Amerika Serikat ( AS)- China akhirnya sedikit menurun. Presiden AS, Donald Trump mengizinkan perusahaan asal AS untuk berkongsi dengan perusahaan China, termasuk Huawei yang paling menjadi sorotan.

Kendati demikian, nasib Huawei masih belum jelas. Trump berujar bahwa masalah Huawei masih akan menunggu negosiasi dengan China berakhir.

Hal ini membuat Huawei masih menunggu kepastian, khususnya dari Departemen Perdagangan AS. Huawei masih menanti apakah mereka sudah boleh kembali berbisnis dengan Google dkk atau ada ketentuan lainnya.

"Kami mengetahui pernyataan Presiden Trump terkait Huwei pekan lalu dan masih menunggu arahan dari Departemen Perdagangan AS, tapi belum ada yang perlu ditambahkan saat ini," kata Tim Danks, Vice President of Risk Management and Partner Relations.

Baca juga: Donald Trump Melunak, Ponsel Huawei Bisa Pakai Android Lagi?

Dengan demikian, nasib lisensi Android yang ditangguhkan Google untuk lini ponsel Huawei juga masih belum bisa dipastikan.

Departemen Perdagangan AS sendiri juga belum memberikan klarifikasi apakah pernyataaan Trump akan memengaruhi lisensi Android untuk ponsel Huawei atau tidak, dilansir KompasTekno dari Gadgets 360, Rabu (3/7/2019).

Menurut Ketua Komite Ekonomi Amerika, Larry Kudlow, pencabutan larangan yang dinyatakan Trump akan mulai berlaku dalam waktu dekat.

Nantinya, Kementrian Perdagangan AS akan memberikan lisensi bagi perusahaan China yang bekerja sama dengan perusahaan AS, sebagaimana laporan Giz China.

Baca juga: Donald Trump Klaim Dirinya Paling Melek Teknologi

Hanya saja, kata Kudlow, perusahaan asal China hanya bisa membeli chipset dari perusahaan AS yang umum dijual ke negara-negara lain pula.

Menurutnya, Presiden Trump yang memiliki jargon "Make America Great Again", masih akan mengutamakan soal kemanan nasional.

Isu tersebut menjadi alat untuk menjatuhkan Huawei sebelum akhirnya benar-benar dimasukan dalam daftar hitam (entity list). Trump menuding Huawei sebagai alat mata-mata pemerintah China.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X