Intel Akui Digerus AMD

Kompas.com - 09/09/2019, 17:05 WIB
Ilustrasi prosesor Intel Core Generasi ke-10, Ice Lake. IntelIlustrasi prosesor Intel Core Generasi ke-10, Ice Lake.

KOMPAS.com - Selama bertahun-tahun, pasaran prosesor desktop didominasi oleh Intel.
Seiring berjalannya waktu, dominasi Intel mulai surut.

Jason Grebe, Corporate Vice President, General Manager Cloud Platforms and Technology Group Intel mengakui pangsa pasar prosesor laptop mobile dan desktop Intel kian digerus oleh pesaing utamanya, AMD.

"Kami ingin bersaing secara agresif di semua segmen. Karena kami telah melalui masalah pasokan dalam enam hingga 12 bulan terakhir di sektor PC," ujar Grebe.

Geliat AMD di pasar prosesor berarsitektur x86 cukup menjanjikan. Menawarkan spesifikasi yang mumpuni dan harga kompetitif membuat prosesor Zen diterima pasar. Di laptop mobile, pasaran kombo Zen dan Vega pun laris.

Baca juga: Prosesor AMD Ryzen 9 3950X Tekuk Intel Core i9-9980XE di Benchmark

Menurut periset pasar Mercury Research, pangsa pasar AMD untuk prosesor desktop sebesar 17,1 persen pada kuartal II-2019. Stagnan dari kuartal sebelumnya namun dari tahun ke tahun, pangsa pasarnya tumbuh 4,8 persen berkat penjualan Ryzen.

Menguatnya pangsa pasar AMD mencipatakan perang harga untuk prosesor x86 yang meningkat sejak tahun 2000-an.

Tidak hanya melawan AMD, Grebe juga mengatakan akan memasang strategi khusus untuk mengamankan pasar pengolah grafis dari Nvidia, khususnya dalam penggunaan teknologi AI.

"Strategi kami dalam AI sangat mudah. Kami akan mulai dengan prosesor Xeon yang menjadi inti lini produk kami," ungkapnya, dikutip KompasTekno dari WCCF Tech, Senin (9/9/2019).

Tahun depan, Intel bersiap memperkenalkan pengolah grafis barunya, yakni Intel Xe. Lebih lanjut, Grebe mengatakan perusahaanya akan membangun ASIC khusus untuk pelatihan dan inferensi AI agar dapat bersaing langsung dengan NVIDIA.

Baca juga: Daftar Varian Prosesor Server Terbaru AMD, Epyc Rome

"Kami akhirnya mamasuki bisnis GPU pada 1,5 tahun hingga dua tahun dari sekarang. Dan kami akan memiliki portofolio produk lengkap yang dapat memberikan layanan apa pun yang dibutuhkan teknologi AI," jelas Grebe.

Ia mengklaim, dari perspektif beban kerja, Intel lebih percaya diri soal AI. Grebe menyebut, 70 persen beban kerja di dalam perusahaannya selama beberapa tahun ke depan akan memiliki beberapa jenis AI.

Mulai dari pusat data hingga lini produk dari Movidius, perusahaan perakit chip prosesor berdaya rendah yang diakuisisi Intel pada 2016 lalu.

AI dan inferensi AI diprediksi akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan. Tak heran, tiga pabrikan prosesor, Intel, AMD, dan Nvidia, berlomba-lomba memasang strategi yang fokus pada AI. Apabila ketiganya sama-sama serius, perang harga untuk konsumen bisa jadi tak terelakkan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber WCCF Tech
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X