Daftar 6 Besar Vendor PC Global Kuartal III-2019, Lenovo Teratas

Kompas.com - 14/10/2019, 11:31 WIB
Ilustrasi laptop dan ponsel. Ilustrasi laptop dan ponsel.

KOMPAS.com - Pengapalan PC (desktop dan laptop) global pada kuartal III-2019 naik tipis. Periset pasar Gartner melaporkan pengapalan laptop tumbuh 1,1 persen dari tahun ke tahun. Lenovo menjadi pemimpin pasar PC dengan pangsa 24,7 persen.

Total pengapalan laptop pada kuartal III-2019 mencapai 68 juta unit, naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 67 juta unit.

Di belakang Lenovo terdapat HP Inc dengan pangsa 22,4 persen, dan Dell 16,6 persen. Apple menduduki posisi keempat dengan pangsa pasar 7,5 persen dan nomor lima diisi oleh Acer Group dengan pangsa pasar 6,2 persen.

Menurut Gartner, vendor-vendor PC tersebut meraup untung dari turunnya harga komponen seperti DRAM dan SSD dalam beberapa kuartal terakhir.

Baca juga: Akhirnya, Windows 10 Kuasai Pasaran SIstem Operasi PC

Gartner mengatakan, siklus pembaruan Windows 10 juga mempengaruhi pergerakan pasar di seluruh wilayah.

"Meskipun tingkat pengaruhnya berbeda-beda tergantung kondisi pasar lokal dan tingkat siklus pembaruannya," jelas Mikako Kitagawa, Senior Principal Research Analyst Gartner.

Pangsa pasar laptop kuartal III-2019 versi Gartner.Gartner Pangsa pasar laptop kuartal III-2019 versi Gartner.
Hasil yang kurang lebih sama juga dilaporkan periset pasar IDC, yang menyebut pertumbuhan pengapalan PC naik 3 persen ke angka 70,4 juta unit.

Tiga teratas juga masih diduduki vendor yang sama dengan persentase pangsa pasar berbeda. Posisi pertama ada Lenovo (24,6 persen), HP (23,8 persen), dan Dell (17,1 persen).

Namun, berbeda dengan Gartner, riset IDC melibatkan pengapalan tablet dan laptop dengan OS alternatif (selain Windows dan MacOS) seperti Chromebook. Menurut IDC, permintaan PC di pasaran akan semakin meningkat seiring kabar penyetopan dukungan Windows 7.

Baca juga: Pasaran PC Naik Tipis di Kuartal Kedua 2019

"Dengan penyetopan dukungan Windows 7 pada 14 Januari 2020 yang semakin dekat, pasar seharusnya bisa menyediakan stok lebih banyak selama beberapa kuartal berikutnya," jelas Linn Huang, Vice President Devices and Display IDC, dirangkum dari PC World.

IDC mengatakan perang dagang anatara AS-China yang belum jelas hingga sekarang turut mempengaruhi pertumbuhan pengapalan PC.

Namun Gartner tidak sepakat. Perang dagang disebut tidak memiliki pengaruh signifikan, begitu pula dengan stok CPU Intel yang berkurang beberapa kuartal lalu, ternyata tidak terlalu berdampak.

"Kurangnya stok CPU Intel mulai teratasi dan tarif AS terhadap China untuk PC mobile hanya memiliki dampak yang sedikit terhadap pengapalan PC karena kenaikan tarif diperkirakan keluar pada Desember 2019," ujar Kitagawam, dihimpun KompasTekno dari Gadgets Now, Minggu (13/10/2019).

Pemerintahan Trump baru-baru ini mengumumkan penundaan perubahan tarif pajak untuk komponen laptop, smartphone dan pakaian asal China akan berlaku pada 15 Desember 2019. Di sisi lain, stok CPU Intel yang minim terisi oleh AMD dan Qualcomm.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X