Waspada, Marak Penipuan Meminta Kode OTP Gojek dan Grab

Kompas.com - 30/10/2019, 11:31 WIB
Ilustrasi Gojek ShutterstockIlustrasi Gojek

KOMPAS.com - Beberapa waktu belakangan banyak masyarakat mengeluhkan penipuan yang mengatasnamakan Gojek atau Grab. Mereka menceritakan kronologisnya di berbagai platform media sosial.

Modusnya yang digunakan hampir sama. Pelaku akan meminta kode OTP (one time password) yang dikirim melalui SMS.

Kode OTP biasa digunakan untuk memverifikasi saat akan log-in ke sebuah akun. Jika telah memiliki kode ini, siapa pun berpeluang untuk masuk ke akun yang dituju.

Untuk meyakinkan korban, biasanya mereka akan menyebutkan nama korban dengan dalih ingin mengonfirmasi. Kejadian ini pernah dialami Veda, salah satu Pegawai Negeri Sipil di Jakarta.

Baca juga: Awas, Ada Penipuan Berkedok Internet Gratis 1.000 GB di WhatsApp

Kejadian bermula saat ia hendak memesan GoFood di daerah Thamrin, Jakarta. Ia pun segera mendapat mitra Gojek yang berdasarkan keterangan peta, saat itu berada di daerah Thamrin untuk membelikan pesanan.

Anehnya, setelah ia menutup aplikasi dan membukanya lagi, posisi mitra Gojek tersebut berada di Palembang. Tak lama kemudian, ia mendapat telepon dari oknum yang mengaku sebagai mitra Gojek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sewaktu telepon itu ada kode OTP melalui SMS dari Gojek masuk", jelasnya ketika dihubungi KompasTekno, Kamis (30/10/2019).

Veda mengatakan si pelaku mengaku pembayaran via Gopay sedang error dan membutuhkan verifikasi melalui kode OTP yang dikirim tadi. Untungnya, Veda cepat menyadari bahwa ini penipuan, sehingga akun dan saldo Gopay miliknya tetap aman.

Nasib berbeda dialami Veronika Yasinta, yang harus kehilangan saldo Gopay. Modusnya hampir sama, yakni meminta kode OTP untuk verifikasi akun. 

"Karena saat itu sedang sangat sibuk, aku kasih kode OTP nya," begitu ceritanya.

Baca juga: Menkominfo Percaya Registrasi Prabayar Kurangi SMS Penipuan

Alhasil, si penipu berhasil membobol akun Gojek dan menguras saldo Gopay miliknya. Ia pun melaporkan kejadian ini ke layanan pelanggan Gojek Indonesia.

"Mereka minta aku lebih hati-hati lagi karena banyak kasus penipuan seperti ini," jelasnya.

Tak hanya dialami pelanggan Gojek, ada pula kasus penipuan yang mengatasnamakan pihak Grab atau OVO. Hal ini pernah dialami Karman, salah satu pegawai swasta di Cikarang.

Sekitar beberapa pekan lalu, ia mendapat telpon dari pihak yang mengatas namakan OVO dan menyebut bahwa dia menjadi salah satu pemenang, dan berhak mendapatkan hadiah. Hadiah tersebut dikatakan akan dikirim melalui OVO.

Si penipu lantas meyakinkan Karman dengan menyebut nomor ponsel dan namanya. Tak lama kemudian, Karman mendapatkan kode OTP melalui SMS. Ia pun memberikan kode tersebut kepada pelaku.

"Akhirnya (pelaku) bisa ambil alih OVO aku waktu itu. Untungnya saldo OVO aku tinggal dikit," ujarnya yang langsung menutup akun OVO miliknya.

Kisah serupa juga dialami pengguna Twitter dengan akun @siniajadulu. Modusnya kurang lebih sama, pelaku meminta nomor OTP untuk verifikasi akun.

Untungnya ia menyadari bahwa ini dalah penipuan sehingga pelaku gagal membobol akun Grab miliknya.

Dari pantauan KompasTekno, akun resmi Grab Indonesia dan Gojek Indonesia beberapa kali mewanti-wanti penggunanya melalui akun Twitter.

Keduanya sama-sama mengimbau pengguna untuk tidak sembarangan dalam memberikan kode OTP.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X