Kompas.com - 13/03/2020, 07:03 WIB
ilustrasi Huawei user businessinsider.comilustrasi Huawei user

KOMPAS.com - Drama antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan perusahaan teknologi asal China, Huawei, terus berlanjut.

Kini, Departemen Perdagangan AS, dalam sebuah blog resmi pemerintah (commerce.gov), kembali memperpanjang lisensi Huawei untuk beroperasi di wilayah AS, atau biasa disebut Temporary General License (TGL), hingga 15 Mei 2020.

Sebenarnya, sejak pertengahan Februari lalu, TGL untuk Huawei sendiri sudah diperpanjang hingga 1 April. Namun, pemerintah AS memutuskan untuk menambah 45 hari lagi agar perusahaan yang berbasis di negaranya bisa meninjau kondisi bisnis mereka lebih lanjut.

Baca juga: Penjualan Ponsel Huawei Diprediksi Turun Dua Digit Tahun Ini?

Adapun perpanjangan TGL kali ini juga bertujuan untuk memberi kesempatan bagi beberapa perusahaan di AS, terutama para operator seluler, agar mencari alternatif pengganti selain perusahaan Huawei, sembari melakukan operasi bisnis secara normal.

Nah, dengan adanya penangguhan ini, pemerintah AS pun sudah memberikan amnesti bagi Huawei sebanyak empat kali, pasca vendor pembuat seri Mate ini masuk ke daftar hitam AS atau "Entity List" Mei lalu.

Penangguhan hukum pertama sendiri memang diberikan pada Mei 2019 dan efektif hingga pertengahan Agustus 2019 silam.

Baca juga: Foto-foto Hands-On Huawei P40 Beredar Sebelum Peluncuran

Perpanjangan kedua diberikan sejak Agustus hingga pertengahan November lalu, kemudian "pengampunan" ketiga diberikan pada bulan November dan berlaku hingga Februari kemarin.

Huawei sendiri diboikot dari AS lantaran dituduh menjadi mata-mata China dan dianggap membahayakan keamanan nasional di negara yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump itu.

Minta masukan publik

Selain memperpanjang TGL hingga 15 Mei, Departemen Perdagangan AS juga kini meminta masukan dari ranah publik atas rentetan kebijakan perpanjangan yang diberikan pihaknya kepada Huawei.

Baca juga: Trump Berhak Larang Perusahaan AS Berbisnis dengan China

Aneka masukan yang terlontar dari publik bakal diterima oleh Departemen Perdagangan AS mulai dari tanggal 10 Maret hingga 25 Maret mendatang, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSMArena, Kamis (12/3/2020).

Adapun tujuan dari penampungan masukan ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas perpanjangan TGL yang tadi disebutkan di atas, sekaligus mencari "episode terakhir" dari drama antara pemerintah AS dan Huawei yang telah berlangsung nyaris satu tahun itu.

Masukan tersebut juga dimaksud untuk mengetahui potensi kerugian yang dialami oleh beberapa perusahaan mitra Huawei asal AS, jika nantinya boikot atas Huawei terwujud secara permanen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber GSM Arena
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Oppo A16K Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 2 Jutaan

Gadget
Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Apple Rilis iOS 15.5 dan iPadOS 15.5, Ini Fitur Barunya

Software
Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Samsung Galaxy Z Flip 4 dan Z Fold 4 Disebut Sudah Masuk Tahap Produksi

Gadget
Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun 'Bot', Bos Twitter Menjelaskan

Elon Musk Tunda Pembelian Twitter gara-gara Akun "Bot", Bos Twitter Menjelaskan

Internet
Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Infinix Note 12 VIP Meluncur dengan Pengisi Daya Cepat 120 Watt

Gadget
Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Apex Legends Mobile Meluncur Global, Pemain di Indonesia Wajib Download Ulang

Software
Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Jadwal Pertandingan Timnas Mobile Legends Indonesia di SEA Games 2021, Mulai Besok 18 Mei

Software
Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia 'Belum Panas'

Klasemen PUBG Mobile SEA Games 2021, Timnas Indonesia "Belum Panas"

Internet
Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Menhub Budi Karya Pamer Keberhasilan Penanganan Mudik Lebaran 2022 di Changi Aviation Summit

Internet
Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Samsung Luncurkan Galaxy Tab S6 Lite versi 2022, Siap Masuk Indonesia?

Gadget
Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Elon Musk Debat dengan Jack Dorsey soal Algoritma Twitter

Internet
Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

Resmi Dibuka, Changi Aviation Summit Jadi Momentum Kebangkitan Penerbangan

e-Business
Jumlah Pendengar Podcast di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Jumlah Pendengar Podcast di Indonesia Terbesar Kedua di Dunia

Internet
Internet Starlink Tersedia di 32 Negara, Indonesia Dijanjikan 2023

Internet Starlink Tersedia di 32 Negara, Indonesia Dijanjikan 2023

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.