Instagram Batasi Filter AR Bertema Corona

Kompas.com - 16/03/2020, 20:17 WIB
Ilustrasi aplikasi Instagram IstIlustrasi aplikasi Instagram

KOMPAS.com - Wabah penyakit Covid-19 atau virus corona masih menjadi momok dunia. Semua pihak bergerak mempersempit ruang penyebaran virus dengan berbagai cara.

Instagram pun melakukan langkah yang sama dengan caranya sendiri. Platform berbagi video dan foto itu akan menghapus filter berbasis AR yang bertema corona.

Seperti efek filter yang memprediksi datangnya virus atau filter yang diklaim mampu menyembuhkan virus corona. Instagram juga tidak akan menyetujui efek baru bertema corona yang diajukan pengembang pihak ketiga.

Sekadar informasi, Instagram memang mengizinkan siapa saja untuk membuat filter dan mengunggahnya di Instagram untuk digunakan banyak orang. Mereka bisa membuatnya dengan memanfaatkan Spark AR Studio.

Kebijakan pembatasan ini dibuat untuk menghentikan lelucon soal corona yang mengandung konten sensitif. Instagram juga berjibaku untuk menyaring informasi salah terkait corona yang menyebar di platformnya.

Hanya informasi dari lembaga kesehatan resmi saja yang nantinya akan ditampilkan di Instagram, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Mobile Syrup, Senin (16/3/2020).

Jadi, apabila pengguna mencari tagar yang berkaitan dengan virus corona atau COVID-19, maka yang muncul adalah informasi dari WHO (Badan Kesehatan Dunia), CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit adalah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat), atau otoritas kesehatan lokal saja.

Baca juga: Begini Cara Instagram Menangkal Hoaks Virus Corona

Instagram bukan satu-satunya platform media sosial yang memberlakukan kebijakan ketat soal wabah corona baru di platformnya. Sebelumnya, induk Instagram, Facebook dan Twitter juga memiliki kebijakan serupa.

Dua media sosial itu melarang iklan yang berkaitan dengan virus corona, terutama iklan yang menawarkan obat corona. Hingga saat ini, belum ditemukan penawar virus tersebut.

Mereka juga memberikan panggung lebih besar bagi WHO dan otoritas kesehatan resmi lainnya untuk beriklan dan menginformasikan kepada publik tentang virus corona. Facebook juga telah membasmi informasi yang memuat teori konspirasi tentang corona di platformnya.

Untuk memudahkan penggunanya, Facebook melabeli disinformasi seputar corona dengan label "fact check" untuk menandai bahwa infromasi tersebut adalah salah.

Baca juga: Startup Inilah yang Pertama Kali Mendeteksi Penyebaran Virus Corona

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X