Startup Inilah yang Pertama Kali Mendeteksi Penyebaran Virus Corona

Kompas.com - 27/01/2020, 11:44 WIB
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. AFP/HECTOR RETAMALPara staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan.

KOMPAS.com - Virus corona kini tengah menjadi perhatian dunia. Wabah virus corona disebut berasal dari wilayah Wuhan, China.

Wabah ini pertama kali diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 9 Januari 2020. WHO mengatakan wabah tersebut mirip dengan flu, berdasarkan pada sejumlah kasus pneumonia yang telah dilaporkan di Wuhan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga telah menyebarkan kabar itu beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 6 Januari 2020.

Wabah tersebut diduga berasal dari hewan hidup yang dijual di Pasar Huanan, China.

Namun, keberadaan virus corona ternyata sudah terdeteksi sejak akhir Desember 2019 lalu.

Perusahaan rintisan (startup) yang bergerak di bidang kesehatan bernama BlueDot, telah menyampaikan informasi keberadaan virus corona lebih awal.

Dirangkum KompasTekno dari Wired, Senin (27/1/2020), BlueDot menggunakan algoritma khusus dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dapat menjelajahi laporan berita berbahasa asing, tentang jaringan penyakit hewan dan tumbuhan.

Hasil data yang diperoleh, kemudian difungsikan untuk memberi peringatan dan mengimbau masyarakat untuk menghindari zona berbahaya seperti kota Wuhan terkait virus corona.

Baca juga: Pantau Persebaran Virus Corona Lewat Peta Online Ini

Pendiri dan CEO BlueDot, Kamran Khan menyebut bahwa informasi mengenai wabah penyakit menular harus segera disampaikan kepada masyarakat secara cepat.

"Kami tahu bahwa pemerintah mungkin tidak dapat diandalkan untuk memberikan informasi secara tepat waktu, maka dari itu kami mencari berita yang kemungkinan wabah itu dari forum atau blog tentang indikasi beberapa peristiwa yang terjadi secara tidak wajar," kata Khan.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X