Data Google Sebut Kerumunan di Indonesia Menurun 50 Persen

Kompas.com - 06/04/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi Google reuters.comIlustrasi Google

KOMPAS.com - Google meluncurkan halaman yang mencantumkan informasi mobilitas pengguna Android di 131 negara, termasuk Indonesia, untuk membantu penanganan wabah virus Corona.

Hal ini dilakukan Google untuk mengetahui seberapa besar efek lockdown yang diterapkan sejumlah wilayah untuk meredam keramaian, sebagai upaya meminimalisir penyebaran penyakit Covid-19.

Menurut Google, pusat-pusat keramaian di Indonesia menurun hingga kurang lebih separuhnya (50 persen), saat imbauan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah diterapkan, dibandingkan saat hari biasa.

Untuk mengetahui persebaran tingkat kerumunan orang di suatu wilayah, Google mengumpulkan data dari sejumlah pengguna anonim yang menyalakan fitur "Location History" di perangkat Android mereka.

Baca juga: Internet di Berbagai Belahan Dunia Melambat Sejak Wabah Virus Corona

Google mengklaim bahwa pihaknya tidak mengambil data pribadi penggunanya lantaran mekanisme pengumpulan data disebut mirip dengan apa yang sudah mereka terapkan di beragam aplikasi Google, seperti Google Maps.

Adapun fitur Location History memang mati secara default dan bisa diaktifkan atau dinonaktifkan melalui pengaturan di halaman akun Google. Artinya, fitur tersebut tak akan menyala tanpa persetujuan dari pengguna.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas, bagaimana gambaran tingkat keramaian di sejumlah tempat umum di Tanah Air yang disediakan oleh Google?

Tempat umum makin sepi

Secara garis besar, seluruh aktivitas di beberapa tempat umum serta tempat yang dianggap sebagai pusat keramaian di Indonesia, menunjukkan tren penurunan, alias makin sepi, berkat adanya imbauan kerja, belajar, serta beribadah dari rumah. 

Di kategori tempat rekreasi misalnya, tingkat keramaian menurun drastis hingga 47 persen dibanding hari biasa. 

Baca juga: Corona Bikin Google Classroom Jadi Aplikasi Terpopuler

Begitu pula dengan kategori taman bermain. Menurut Google, orang yang mengunjungi pantai, taman kota, dan tempat serupa lainnya, berkurang hingga sekitar 52 persen dari hari biasa. 

Grafik keramaian tempat rekreasi, pusast perbelanjaan, serta taman di Indonesia secara umum. Google Grafik keramaian tempat rekreasi, pusast perbelanjaan, serta taman di Indonesia secara umum.

Penurunan yang paling tinggi bisa dilihat dari kategori pusat transportasi.

Google mengklaim bahwa tingkat keramaian di terminal bis, stasiun kereta, dan beberapa tempat serupa lainnya 54 persen lebih sepi dibanding hari biasa.

Tingkat keramaian di area perumahan sendiri meningkat sebanyak 15 persen dibanding angka baseline yang dibuat Google. Wajar memang lantaran pengguna saat ini memang diharuskan untuk berdiam diri di rumah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. 

 

Grafik keramaian pusat transportasi, kantor, serta area perumahan.Google Grafik keramaian pusat transportasi, kantor, serta area perumahan.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSMArena, Senin (6/4/2020), Google mengonfirmasi bahwa laporan ini akan diperbarui setiap dua atau tiga hari sekali dan bakal merangkum data pusat keramaian selama 5 minggu ke terakhir. 

Meski belum diketahui sampai kapan, perusahaan yang dipimpin oleh Sundar Pichai ini berjanji bakal menyediakan informasi tersebut dalam beberapa minggu ke depan. 

Laporan Google yang merangkum grafik keramaian di Indonesia sendiri bisa dilihat melalui tautan berikut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber GSM Arena
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.