Pendapatan Foxconn Turun 90 Persen, Efek Covid-19

Kompas.com - 18/05/2020, 16:25 WIB
Pabrik Foxconn di China reuters.comPabrik Foxconn di China

KOMPAS.com - Wabah virus Covid-19 yang menyebar sejak awal 2020, tirut menginfeksi hampir semua lini industri. Termasuk industri manufaktur elektronik.

Foxconn menjadi satu dari sekian banyak perusahaan manufaktur elektronik yang merugi akibat pandemi Covid-19. Perusahaan yang bermarkas di Taiwan itu dilaporkan mengalami peurunan pendapatan pada kuartal-I 2020 hingga 90 persen, dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan yang dikenal sebagai pabrik perakit ponsel (termasuk iPhone) itu sudah mewanti-wanti para investornya sejak Maret lalu. Saat itu, Foxconn tidak bisa memberikan gambaran jelas bagaimana proyeksi keuntungan mereka di sisa tahun 2020.

Pandemi Covid-19 yang membuat seluruh aktivitas produksi dihentikan dalam waktu tertentu, membuat proyeksi bisnis menjadi buram.

Baca juga: Pendiri Sekaligus Bos Foxconn Mundur Setelah 45 Tahun Memimpin

"Mencegah wabah, melanjutkan kerja dan produksi menjadi prioritas kami," hanya itu yang bisa dipastikan pimpinan Foxconn, Liu Young-Way pada Maret lalu.

Dua bulan berjalan, nyatanya pandemi masih tidak jelas kapan usai. Liu pun mengaku bahwa pandangannya terhadap proyeksi bisnisnya di sisa akhir tahun 2020 masih terbatas.

"Saat ini, tidak ada cara yang bisa saya tawarkan untuk melihat prospek paruh tahun ini," kata Liu, dirangkum KompasTekno dari Tech Crunch, Senin (18/5/2020).

Kendati demikian, Foxconn berharap kerugian bisa berkurang pada kuartal berikutnya, seiring beberapa pabrik Foxconn di China yang sudah kembali beroperasi.

Pabrik-pabrik di China memang berhenti beroperasi sejak akhir Januari lalu, ketika negara tersebut memberlakukan lockdown atau karantina wilayah.

Baca juga: Karyawan Foxconn Perjualbelikan Komponen iPhone yang Cacat

China memang menjadi negara awal yang menerapkan lockdown, karena lebih dulu terjangkit wabah Covid-19, sebelum akhirnya meluas ke berbagai negara. Kapasitas produksi pabrik Foxconn di China ditaksir mencapai tiga perempat dari total kapasitas.

Meski operasional pabrik perlahan pulih, namun permintaan smartphone di dunia belum juga membaik. Hal ini tentu akan berdampak pada turunnya permintaan komponen dari beberapa vendor smartphone langganan Foxconn.

Apple diketahui menjadi salah satu klien terbesar Foxconn. Kabarnya Apple juga menunda perilisan iPhone flagship mereka di tahun ini, karena menurunnya permintaan pasar dan terbatasnya rantai pasokan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X