Apple Kini Jadi Perusahaan Terkaya Dunia Kalahkan Saudi Aramco

Kompas.com - 20/08/2020, 13:02 WIB
Logo Apple GizmochinaLogo Apple

KOMPAS.com - Pada 2018 lalu, Apple menjadi perusahaan AS pertama yang menyentuh kapitalisasi pasar 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 14.500 triliun (kurs rupiah saat itu). Dua tahun berselang, angka itu berlipat ganda.

Kini, perusahaan berlogo buah apel tergigit itu meraup kapitalisasi pasar 2 triliun dollar AS atau sekitar Rp 29.400 triliun (kurs rupiah saat berita ini ditulis).

Capaian tersebut membuat Apple dinobatkan sebagai perusahaan terkaya di dunia saat ini, merebut gelar yang sebelumnya dipegang oleh perusahaan non-teknologi, Saudi Aramco.

Angka itu diraih Apple berkat nilai saham Apple yang mencapai 467,77 dollar AS (sekitar Rp 6,9 juta) per lembar, dikalikan dengan lebih dari 4,2 miliar saham yang beredar menurut laporan terakhir.

Baca juga: Kalahkan Saudi Aramco, Apple Jadi Perusahaan Bernilai Tertinggi

Nilai saham per lembar Apple merangkak tipis-tipis sebelum pengumuman laporan kapitalisasi pasar.

Diawali dengan 464 dollar AS (sekitar Rp 6.842.000) ke angka 467 (sekitar Rp 6.887.000), lalu menuju 467,97 (sekitar Rp 6.900.000 juta), hingga menyentuh 468,65 dollar AS (sekitar Rp 6.914.000).

Secara teknis, Apple menjadi perusahaan kedua di dunia dengan nilai kapitalisasi pasar 2 triliun dollar AS.

Sebelumnya, perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco menjadi perusahaan pertama dunia yang meraup nilai kapitalisasi pasar tersebut pada Desember 2019 lalu. Valuasi Saudi Aramco berkurang perlahan-lahan akibat dampak pandemi Covid-19.

Pandemi yang membuat industri travel jatuh, membuat anjlok harga minyak. Namun, dirangkum KompasTekno dari Venture Beat, Kamis (20/8/2020), Saudi Aramco disebut bisa kembali meraih angka 2 triliun dollar AS sebelum Apple mencapainya juga.

Sementara itu, perusahaan teknologi pesaing Apple seperti Alphabet, Amazon, dan Microsoft, telah mencapai kapitalisasi pasar 1 triliun dollar AS dan membuntuti rekor Apple yang baru.

Baca juga: Apple, Facebook, dan TikTok Dikenai PPN 10 Persen Mulai 1 September

Di tengah pandemi global yang tak kunjung usai, Apple tetap mencatatkan pendapatan yang kuat dalam dua kuartal terakhir.

Beberapa analis memprediksi tren positif ini akan berlanjut ke depan. Sebab, perangkat Apple seperti Mac dan iPad masih dibutuhkan sebagai penunjang bekerja dan belajar dari rumah, yang saat ini masih diberlakukan berbagai negara di dunia.

Ditambah sektor layanan lain, seperti media streaming Apple, garansi, dan layanan pembayaran Apple juga mendorong capaian Apple.

Sebelumnya, Apple mengumumkan akan melakukan stock split atau memecah nominal saham dengan perbandingan rasio 4:1 pada akhir Agustus 2020. Apple mengatakan tujuannya adalah untuk membuat saham lebih mudah diakses oleh lebih banyak investor.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X