Grab Disebut Bakal Dapat Pendanaan Rp 44 Triliun dari Alibaba

Kompas.com - 15/09/2020, 10:09 WIB
Ilustrasi GrabBike Dok. GrabIlustrasi GrabBike

KOMPAS.com - Perusahaan e-commerce raksasa asal China, Alibaba Group, dikabarkan berencana untuk menyuntikkan dana sebesar 3 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 44,5 triliun, kepada perusahaan ride-hailing Grab.

Setidaknya begitu menurut sejumlah sumber industri yang dilansir Bloomberg, Senin (14/9/2020). Menurut sumber tersebut, proses pengucuran dana ini sedang dalam tahap pembicaraan.

Nantinya, sebagian dana ini disinyalir bakal digunakan untuk membeli porsi saham Grab yang dimiliki oleh Uber.

Baca juga: Gojek dan Grab Boleh Angkut Penumpang Selama PSBB di Jakarta

Uber sendiri diketahui memiliki sekitar 27,5 persen saham di Grab, sebagai kesepakatan yang dibuat oleh kedua perusahaan pada 2018 lalu.

Kala itu, Uber hengkang dari pasar Asia Tenggara dan bisnisnya di kawasan ini dijual ke Grab.

Perusahaan yang dinakhodai Anthony Tan ini juga sepakat untuk membayar Uber sekitar 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 29,7 triliun), apabila perusahaan tersebut tidak go public (IPO) pada 2023.

Kembali ke investasi Alibaba Group. Lewat pendanaan ke Grab, Alibaba juga disinyalir memiliki skenario untuk membantu Lazada bersaing menghadapi Shopee di Asia Tenggara.

Dana Puluhan triliun rupiah itu juga disebut untuk membantu bisnis Lazada di Asia Tenggara, yang saat ini disebut kalah saing dengan kompetitor e-commerce besutan Tencent, Shopee.

Baca juga: Alibaba Bangun Data Center ke-3 di Indonesia 2021

Dengan kucuran dana dari Alibaba (yang juga punya saham di Lazada), maka Alibaba bisa membuat Lazada memanfaatkan basis pengguna Grab yang cukup besar, berikut layanannya, di ranah pemesanan kendaraan, juga di bisnis makanan alias food delivery

Belum diketahui kapan Alibaba Group, atau Grab, mengumumkan atau mengonfirmasi investasi terbarunya ini. Belum diketahui pula apakah kabar tersebut benar atau tidak.

Yang jelas, jika benar terwujud, maka dana yang dikucurkan ini merupakan investasi terbesar Alibaba Group, setelah perusahaan rintisan Jack Ma ini mengakuisisi sebagian besar saham Lazada pada 2016, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Bloomberg, Selasa (15/9/2020).

Kala itu, Alibaba Group rela mengucurkan duit sekitar 1 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 14,8 triliun, untuk membantu bisnis Lazada berkembang di kawasan Asia Tenggara.



Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X