Twit "Protes Pilpres AS" Trump Ditandai dan Disembunyikan Twitter

Kompas.com - 08/11/2020, 08:45 WIB
Ilustrasi Pilpres AS 2020 SHUTTERSTOCK/DROP OF LIGHTIlustrasi Pilpres AS 2020

KOMPAS.com - Politisi partai Demokrat, Joe Biden memenangkan pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat 2020 berdasarkan perolehan suara elektoral. Biden memperoleh 290 suara elektoral dari sejumlah negara bagian di AS.

Kemenangan Biden rupanya menyulut protes pesaingnya, Donald Trump. Trump mengunggah beberapa kicauan yang sebagian ditulis dengan huruf kapital.

Beberapa kicauan Presiden AS ke-45 itu ditandai Twitter sebagai misinformasi. Salah satunya adalah twit deklarasi kemenangan Trump yang ditandai Twitter dengan keterangan "sumber resmi mungkin tidak disebutkan ketika twit ini dibuat".

Apabila keterangan dengan ikon huruf "i" itu diklik, maka akan muncul informasi yang bersumber dari para jurnalis yang memeriksa fakta (fact checkers).

Baca juga: Deklarasi Kemenangan Trump di Pilpres AS 2020 Disukai 1 Juta Orang

Informasi tersebut berisi penggalan berita yang memproyeksi Biden dan wakilnya, Kamala Harris memenangkan pilpres AS mengalahkan Trump dan wakilnya, Mike Pence.

"Nominator Demokrat, Joe Biden mengalahkan Presiden Trump pada pilpres 2020 setelah menang di Pennsylvania dan mengamankan 20 suara elektoral negara bagian, berdasarkan proyeksi dari Associated Press dan NBC News," tulis penggalan informasi tersebut.

Di twit lainnya, Trump menuding adanya kejanggalan saat proses penghitungan suara.

Dia mengatakan bahwa pengawas tidak diperkenankan masuk ke ruang penghitungan suara. Twit ini juga ditandai oleh Twitter dengan menyertakan informasi dari situs VOA.

"Dengan penghitungan suara yang terus berlanjut dan pemilihan presiden yang memenangkan Biden, para ahli dan pejabat mengatakan tidak ada bukti kecurangan pemilih yang meluas di pilpres AS 2020," begitu penggalan informasi bantahan yang diuraikan Twitter.

Sebelumnya Twitter juga telah menyembunyikan beberapa kicauan Trump. Seperti thread (utas) tudingan Trump soal adanya suara ilegal yang masuk dan mengubah hasil suara di Pennsylvania.

Permintaan Trump untuk menghentikan penghitungan suara juga disembunyikan oleh Twitter.

Tangkapan layar beberapa twit Trump yang disembunyikan Twitter.Twitter/@reaDonaldTrump Tangkapan layar beberapa twit Trump yang disembunyikan Twitter.
Dengan kemenangan ini, Biden akan melenggang ke Gedung Putih setelah dilantik 20 Januari 2021 mendatang. Pria berusia 78 tahun itu akan menjadi presiden tertua di AS.

Sementara Trump, menjadi presiden dengan satu masa jabatan pertama sejak kepemimpinan George HW Bush pada awal 1990-an.

Baca juga: Hak Spesial Donald Trump di Twitter Bakal Dicabut jika Kalah Pemilu



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X