Mengenal Google Loon, Balon Internet yang Pernah Diuji Coba di Indonesia

Kompas.com - 22/01/2021, 14:00 WIB

"Ada juga teknologi Loon, kita tengah mempertimbangkan dan mengkaji untuk memenuhi kebutuhan akses internet, terutama untuk layanan pemerintah di daerah," kata Johnny saat meninjau kawasan wisata di Labuan Bajo, Kamis (24/9/2020).

Namun, saat itu Kementerian Kominfo mengaku masih mendengarkan presentasi dari pihak Google terkait teknologi Loon ini.

Baca juga: Wacana Balon Internet Google Loon di Indonesia dan Hambatannya

Dimulai pada 2015

Rencana penggunaan balon internet Loon di Indonesia sebenarnya sudah dicanangkan sejak  2014. Kesepakatan penggunaan Project Loon di Indonesia bahkan sampai dibuat acara khusus di kantor pusat Google, Mountain View, Amerika Serikat pada Oktober 2015.

Saat itu, acara peresmian kesepakatan dihadiri Google dan tiga petinggi operator telekomunikasi, Telkomsel, XL Axiata serta Indosat. Pendiri Google Sergey Brin turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara tersebut, Google dan tiga operator Indonesia menyepakati uji coba teknis untuk Project Loon. Mulai 2016, balon-balon Google akan menghadirkan akses internet di area tertentu di wilayah Indonesia yang selama ini belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi.

(kanan ke kiri) Pendiri Google Sergey Brin, Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia pada Mountain View, Rabu (28/10/2015).Wicak Hidayat/KOMPAS.com (kanan ke kiri) Pendiri Google Sergey Brin, Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah, Dirut XL Axiata Dian Siswarini, Presdir Indosat Alexander Rusli, dan Mike Cassidy, Project Leader Project Loon di Google X dalam acara peresmian kesepakatan masuknya Google Loon ke Indonesia pada Mountain View, Rabu (28/10/2015).

Sebelumnya, pada tahun 2014-2015, Loon sudah sempat diuji coba sebanyak dua kali di Indonesia, yakni di sekitar area Bandar Lampung dan bergerak ke arah timur dan di wilayah Laut Jawa.

Google disebut juga pernah meminta izin untuk menggunakan frekuensi 900 Mhz dan 700 Mhz untuk uji coba, namun tidak dikabulkan.

Baca juga: Indonesia, Negara Keempat yang Pakai Balon Internet Google

Terbentur regulasi

Penyelenggaran proyek Loon di Indonesia berjalan alot lantaran terbentur sejumlah regulasi. Pertama Peraturan Pemerintah (PP) nomor 52 tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.