Brave Search Sudah Bisa Dijajal, Mesin Pencari Anti "Meminjam" Google

Kompas.com - 25/06/2021, 14:05 WIB
Mesin pencari Brave Search. KOMPAS.com/Bill ClintenMesin pencari Brave Search.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Mesin pencari raksasa Google Search kini punya saingan baru. Dinamai "Brave Search", mesin pencari yang telah diuji coba selama beberapa bulan ini hadir dengan fitur privasi yang disebut lebih mumpuni dari layanan serupa lainnya.

Ketika hendak mencari sesuatu di internet, misalnya, Brave Search diklaim tak akan merekam lokasi pengguna atau menggunakan riwayat pencarian mereka untuk hasil pencarian lain yang mungkin serupa.

Untuk menampilkan hasil pencarian, Brave mengklaim tidak akan "meminjam" indeks website yang dimiliki Google atau Microsoft, tapi menggunakan indeks situs web yang mereka punya sendiri.

Baca juga: Sejarah Google, Raksasa Mesin Pencari yang Hampir Dijual Murah

Indeks website ini disebut akan bertambah seiring berjalannya waktu berdasarkan hasil pencarian anonim dan kontribusi dari komunitas Brave.

Namun untuk hasil pencarian gambar, Brave masih mengandalkan indeks dari layanan "tetangga", yaitu Microsoft Bing, setidaknya hingga mesin pencari itu bisa mengindeksnya secara independen.

Ilustrasi penggunaan Brave Search di Brave Browser.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi penggunaan Brave Search di Brave Browser.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisa menampilkan metrik pencarian

Uniknya, Brave Search juga bisa menampilkan metrik yang menginformasikan berapa persen hasil pencarian yang ditampilkan berasal dari indeks website Brave, sebagaimana ilustrasi gambar paling kanan di atas.

Ketika metrik mengatakan 100 persen, maka hasil pencarian sepenuhnya berasal dari indeks Brave, bukan dari pihak ketiga.

Lalu, apabila 95 persen, maka 5 persennya, entah itu berupa gambar, ikon, dan sejumlah lain elemen lainnya berasal dari pihak ketiga. Hal ini dimaksud untuk membuat mesin pencari ini setransparan mungkin.

Nah, layanan Brave Search saat ini masih dalam tahap beta, namun pengguna bisa menjajalnya melalui situs web search.brave.com atau aplikasi Brave Browser yang bisa diunduh di Google Play Store (Android) dan App Store (iOS).

Baca juga: Huawei Resmikan Petal Search, Mesin Pencari Saingan Google

Di dalam aplikasi, Brave Search sendiri masih menjadi opsi dari sejumlah mesin pencari populer yang sudah tersedia, seperti Google, Bing, DuckDuckGo, Bing, dan lain sebagainya.

Namun menjelang akhir tahun ini, Brave Search akan menjadi mesin pencari bawaan (default) dari aplikasi Brave Browser, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Brave.com, Jumat (25/6/2021).

Untuk saat ini, layanan Brave Search bisa didapatkan secara gratis tanpa iklan. Brave baru akan menampilkan iklan ketika "sudah siap" di kemudian waktu. Brave juga berencana menghadirkan opsi berbayar untuk pengguna yang tak ingin direcoki iklan.



Sumber Brave
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X