Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AMD Sebut Kelangkaan Chip Berakhir Tahun Depan

Kompas.com - 29/09/2021, 11:09 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Oik Yusuf

Tim Redaksi

Sumber CNBC

KOMPAS.com - Kelangkaan chip yang menghantam industri teknologi perlahan-lahan mulai teratasi. Menurut CEO perusahaan semikonduktor AMD, Lisa Su, krisis ini akan mulai mereda pada paruh kedua tahun 2022.

Kendati demikian, Su memperingatkan bahwa pasokan di paruh pertama tahun 2022 akan menjadi sangat ketat. Pabrikan chip masih akan berupaya memenuhi permintaan pasar yang sempat macet akibat pandemi.

Beberapa pabrikan berencana menambah pabrik baru untuk menutup kekurangan stok komponen PC dan microchip lain. Namun, Su mengatakan pabrik-pabrik itu baru akan mulai memproduksi chip dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami selalu melakui siklus pasang surut, di mana permintaan melebihi pasokan, atau sebaliknya. Tapi kali ini berbeda" kata Su.

Baca juga: Harga GPU Dilaporkan Naik Lagi, Kelangkaan Masih Terus Berlanjut

Su mengatakan pemulihan akan berlangsung secara bertahap setelah mulai banyak kapasitas produksi tersedia. Krisis kelangkaan chip dipicu oleh pandemi Covid-19 yang menghantam dunia.

Di awal pandemi, kebutuhan PC meningkat tajam karena sebagian besar penduduk dunia diimbau untuk bekerja dan beraktivitas di dalam rumah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Walhasil, permintaan chip  pun ikut naik.

"Pandemi membawa tingkat permintaan ke level yang baru," jelas Su, dirangkum KompasTekno dari CNBC, Rabu (29/9/2021).

Meskipun kondisi dan ekonomi berangsur-angsur pulih dan kembali normal, Su mengatakan permintaan untuk chip tetap tinggi. Kelangkaan juga menyebar ke industri lain, seperti otomotif.

Di tengah krisis, saham AMD justru merangkak naik lebih dari 120 persen sejak awal tahun 2020 menjadi lebih dari 108 dollar AS atau sekitar Rp 1,5 juta.

Baca juga: Bisnis Semikonduktor Raup Untung di Tengah Kelangkaan Chip

AMD tidak memproduksi chip sendiri. Mereka bermitra dengan pihak ketiga berupa pabrikan chip seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk proses produksi.

Seperti prediksi Su, firma riset IDC juga memprediksi pasar semikonduktor akan kembali normal pada pertengahan tahun 2022 mendatang. Tidak hanya kembali normal, IDC memperkirakaan stok chip akan melimpah, bahkan oversuppy pada 2023.

Hal itu terjadi karena penambahan kapasitas besar-besaran di akhir tahun 2022. IDC memperkirakan pasar semikonduktor tumbuh 17,3 persen pada akhir tahun ini, lebih tinggi dibanding tahun 2020 yang tumbuh 10,8 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com