Kominfo: Hoaks Covid-19 dan Vaksinasi Paling Banyak Beredar di Facebook

Kompas.com - 26/11/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi hoaks, hoax ShutterstockIlustrasi hoaks, hoax
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi, mengatakan bahwa hoaks terkait Covid-19 dan vaksinasi Covid-19 paling banyak beredar di media sosial Facebook.

Dedy mengatakan, per 25 November 2021, pihaknya telah menemukan 1.999 isu hoaks tentang Covid-19 pada 5.162 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sebanyak 4.463 unggahan.

"Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5.031 unggahan hoaks Covid-19 dan 131 unggahan lainnya sedang dalam proses tindak lanjut," jelas Dedy dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Viral Video Vaksin Covid-19 Mengandung Magnet, Kominfo: Hoaks

Sementara hoaks terkait vaksinasi Covid-19, Dedy mengatakan pihak Kominfo juga menemukan ada sebanyak 395 isu hoaks pada 2.449 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 2.257 unggahan.

Menurut Dedy, pemutusan akses terhadap unggahan vaksinasi Covid-19 yang tergolong hoaks tersebut sudah dilakukan terhadap 2.449 unggahan.

Hoaks selanjutnya adalah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.

Dedy mengatakan pihaknya telah menemukan 48 isu hoaks terkait hal tersebut pada 1.194 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak di platform facebook sejumlah 1.176 unggahan.

Sebagai langkah lanjutan, Dedy mengatakan pihak Kementerian Kominfo telah memutus akses terhadap 1.038 unggahan terkait hoaks PPKM. Sekitar 156 unggahan yang menyebarkan hoaks PPKM juga disebut tengah ditindaklanjuti. 

Baca juga: 3 Cara Mengenali Kabar Hoaks di Internet

Agar penanganan Covid-19 di Indonesia bisa terkendali, Dedy mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi yang tersebar di media sosial sebelum diteruskan atau dibagikan ke orang lain.

"Mari kita dukung penanganan pandemi ini dengan tidak membuat dan menyebarkan hoaks," imbau Dedy.

"Bersama-sama kita lakukan literasi digital,tetap menjalankan prosedur kesehatan saat beraktivitas, melakukan vaksinasi, dan tekan risiko persebaran Covid-19," pungkas Dedy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.