Kompas.com - 10/06/2022, 16:25 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) telah mendapatkan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO).

Hak tersebut memungkinkan perusahaan satelit seperti Starlink, dapat menjual kapasitas satelit mereka kepada Telkomsat untuk memenuhi kebutuhan pita backhaul milik Telkomsat.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Plate, kapasitas satelit Starlink tersebut akan digunakan untuk layanan backhaul,bagi keperluan group Telkom dan tidak ada hak penjualan ritel kepada Starlink.

"Hak Labuh Khusus NGSO tersebut harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh UU termasuk Hak Resiprokal dan akan dievaluasi setiap tahun," kata Johnny kepada KompasTekno, Jumat (10/6/2022).

Baca juga: Internet Starlink Elon Musk Masuk Asia Tenggara, Filipina Kebagian Pertama

Nantinya, kapasitas satelit Starlink ini akan digunakan untuk menyambung layanan fiber optik di tempat yang sulit membangun fiber optik.

Sambungan layanan tersebut bisa dilakukan melalui jaringan microwave link atau kapasitas satelit, seperti salah satunya milik Starlink ini. 

Johnny melanjutkan, Starlink baru bisa beroperasi jika gateway station telah dibangun oleh Telkomsat. Gateway station tersebut sepenuhnya investasi dan milik Telkomsat.

"Tanpa gateway station Telkomsat, maka satelit Starlink tidak bisa berfungsi untuk melayani backhaul Telkomsat," kata Johnny.

Baca juga: Apa Itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Ia juga menegaskan bahwa Hak Labuh tersebut bersifat eksklusif, hanya untuk Telkomsat dan digunakan untuk layanan kebutuhan backhaul Telkom Group.

Internet Starlink sudah resmi masuk wilayah Asia Tenggara. Filipina menjadi negara pertama yang mengizinkan layanan ini tersedia di negaranya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.