Apa Itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Kompas.com - 18/05/2022, 10:15 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan penerbangan luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX, mengumumkan perluasan jangkauan area dari layanan internet Starlink yang sudah bisa diakses di 32 negara.

Pengumuman tersebut dilayangkan melalui akun Twitter resmi SpaceX. Adapun negara-negara yang kini berada dalam jangkauan area layanan internet Starlink, meliputi Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Denmark, Jerman, Mexico, dan lainnya.

Baca juga: Elon Musk Tertarik Kerja Sama dengan Indonesia lewat Tesla dan SpaceX

Pengguna dari negara tersebut yang telah memesan layanan Starlink bakal segera mungkin bisa mendapatkan akses internetnya. Masih pada unggahan Twitter SpaceX, disertakan pula tautan berisi peta jangkauan area Starlink (Starlink Map).

Saat mengunjungi tautan Starlink Map, tampak peta wilayah dengan status ketersediaan layanan internet Starlink yang disimbolkan dengan tiga warna, yakni biru muda, biru, dan biru dongker.

Warna biru muda mewakili wilayah yang telah tersedia layanan Starlink. Wilayah dengan warna biru artinya layanan sudah bisa dipesan, tapi masih berada dalam daftar tunggu (waitlist).

Sedangkan warna biru dongker merupakan simbol untuk wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan Starlink, salah satunya seperti Indonesia. Pada peta tersebut juga ditampakkan kapan layanan Starlink bakal hadir di wilayah dengan warna biru dongker.

Untuk wilayah di Indonesia, Starlink Map menunjukkan bahwa layanan bakal hadir pada 2023, tapi tidak dijelaskan secara spesifik mengenai tanggal dan bulannya.

Meski rencananya baru dirilis tahun depan, layanan internet Starlink sudah bisa dipesan calon pengguna di Indonesia melalui situs web https://www.starlink.com/.

Pada kolom pencarian di situs tersebut, pengguna bisa memasukkan alamat domisili mereka dan klik opsi “Order Now”. Selanjutnya, pengguna diminta untuk mengisi data pemesanan, seperti seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, e-mail, dan sebagainya.

Kemudian, pengguna juga perlu untuk membayar uang deposit pemesanan layanan sebesar 99 dollar AS atau sekitar Rp 1,4 juta (kurs Rp 14.400). Pembayaran hanya bisa dilakukan lewat kartu kredit dan dana dapat dikembalikan tak jadi langganan Starlink.

Baca juga: 6 Macam Perangkat Keras untuk Mengakses Internet di Komputer

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.