Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Pembuatan Satelit Satria Terganggu Perang

Kompas.com - 27/07/2022, 11:31 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kedua satelit itu berkapasitas 150 GB, hanya saja Satria1 seluruhnya untuk 150.000 titik di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) Indonesia. HBS untuk 3T hanya 80 GB, dan 70 GB sisanya disewakan, antara lain ke Thailand dan Filipina.

Dari 150.000 titik itu Satria-1 akan menjangkau 93.900 sekolah dan pesantren serta madrasah, 3.700 puskesmas, 48.000 titik layanan pemerintah daerah, 3.900 pos polisi dan TNI, dan 600 layanan publik lainnya. Sementara satelit HBS melayani 84.000 titik sekolah, madrasah dan pesantren, 3.700 puskesmas dan rumah sakit, 3.900 titik pos TNI-Polri dan pemda/kelurahan/kecamatan 47.900 titik, semua di kawasan 3T.

Dengan satelit Satria-1, akan dihemat biaya internet selama 15 tahun sebesar Rp 29 triliun, biaya APBN untuk elektronik pemerintah hemat Rp 4 triliun, hemat sebesar Rp 59 miliar selama itu untuk edukasi digital. Ada dua satelit lagi yang akan diluncurkan tahun 2025, Satria 2A dan 2B, berkapasitas 300GB, sementara Indonesia hitungan saat ini butuh beberapa satelit berkapasitas 1 TB (terabyte) atau 1.000 GB yang baru akan tercapai pada 2030.

Tahun depan kalau Satria-1 dioperasikan 15 jam sehari, tiap pengguna hanya akan kebagian 1,14 GB, lalu ketika ditambah Satria 2A dan 2B, jatahnya naik jadi 2,29 GB, jauh dibanding penduduk perkotaan yang bisa mendapat 10 GB. Ketika kebutuhan akan satelit Satria 2A dan 2B diumumkan, investor dari Perancis dan Inggris menyatakan minat mereka, selain juga Boeing dan Maxar Technologies dari Amerika. *

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.