Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tanda Akun WhatsApp Anda Dibajak, Cara Mengatasi, dan Tips Menghindarinya

Kompas.com - Diperbarui 25/02/2024, 09:21 WIB
Soffya Ranti

Penulis

KOMPAS.com - Aplikasi pesan instan WhatsApp tak terlepas dari bahaya kejahatan siber yang mengintai. Sebagian pengguna tak jarang pernah mengalami pengalaman akunnya diretas/dibajak. Hal ini tentu sangat membahayakan data pribadi maupun orang-orang sekitarnya.

Salah satu hal yang mengkhwatirkan adalah akun pengguna disalahgunakan untuk kepentingan oknum tak bertanggung jawab. Umumnya ketika WhatsApp dibajak, pengguna akan mengetahui berbagai tanda yang tidak beres, seperti aktivitas akun yang mencurigakan.

Namun tak jarang juga sebagian pengguna kurang peka dan tak sadar bahwa akun WhatsApp mereka telah diretas.

Nah untuk meningkatkan kewaspadaan Anda terhadap kejahatan siber satu ini, selengkapnya berikut ini uraian mengenai tanda-tanda akun WA Anda telah dibajak, hal-hal yang harus dilakukan dan tips menghindarinya. 

Baca juga: WhatsApp Dibajak? Ini Dia Cara yang Harus Dilakukan

Tanda-tanda akun WhatsApp dibajak

  • Akun WhatsApp tiba-tiba keluar sendiri/logout
  • Anda mencoba masuk dan menemukan kata sandi Anda tidak berfungsi lagi
  • Anda menerima e-mail atau pesan teks tentang upaya login, pengaturan ulang kata sandi, atau kode otentikasi dua faktor (2FA) yang tidak Anda minta
  • Teman atau anggota keluarga memberi tahu Anda bahwa mereka menerima pesan aneh dari akun WhatsApp Anda
  • Informasi profil tiba-tiba berubah, seperti nama, foto profil, atau biodata Anda diubah tanpa sepengetahuan Anda.
  • Anda melihat tanda pesan telah dibaca padahal Anda tidak melakukannya. Ini bisa jadi ada orang lain yang sedang membaca chat Anda.
  • Menerima kode OTP yang tanpa diminta

Hal-hal yang Harus Dilakukan ketika WhatsApp Dibajak

Apabila Anda menyadari bahwa akun WA Anda telah diretas, maka berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko peretasan.

Membuat pengumuman terkait akun WhatsApp Anda yang diretas

Jika akun online Anda telah diretas, segera beri tahu teman dan keluarga Anda. Peretas mungkin akan mengirimkan pesan atau tautan palsu dari akun Anda yang dapat merusak perangkat mereka.

Anda bisa mengambil beberapa langkah ini:

  • Membuat pengumuman di media sosial lain atau menghubungi langsung teman dan keluarga untuk memberi tahu mereka tentang situasi ini secepat mungkin.
  • Beritahu mereka untuk tidak membuka atau mengklik tautan atau lampiran apa pun yang dikirim dari akun Anda.
  • Sarankan agar kerabat memeriksa kembali setiap komunikasi dengan Anda dengan cara menghubungi Anda langsung, dan untuk tidak mempercayai pesan atau tautan yang mencurigakan.
  • Mintalah mereka untuk mengambil tangkapan layar dari pesan, tautan, dan lampiran yang mencurigakan, namun hindari untuk membukanya.

Mengeluarkan akun-akun WhatsApp yang pernah terhubung di perangkat lain

WhatsApp memungkinkan pengguna bisa mengakses WA di berbagai perangkat. Bisa jadi peretasan terjadi akibat pengguna lalai tidak logout ke perangkat tersebut. Nah apabila Anda masih terhubung di WA pada akun utama, cobalah untuk mengeluarkan akun-akun yang masih terhubung tersebut. Begini caranya:

  • Buka akun WhatsApp Anda di HP utama
  • Ketuk titik tiga di pojok kanan atas
  • Pilih "Linked devices"
  • Ketuk salah satu tautan WA yang terhubung di perangkat lain
  • Pilih "Log out" Anda bisa mengeluarkan akun WA sementara Anda dari seluruh perangkat agar lebih aman

Mengaktifkan otentikasi dua faktor

Apabila Anda merasa belum mengaktifkan keamanan ganda dan masih bisa mengakses akun WhatsApp, maka segeralah untuk mengaktifkan otentikasi dua faktor berikut ini. Cara mengaktifkan otentikasi dua faktor di WhatsApp:

  • Buka "Setelan" pada aplikasi WhatsApp
  • Ketuk "Akun" lalu pilih "Verifikasi dua langkah" lalu pilih "Aktifkan"
  • Selanjutnya masukkan alamat e-mail yang bisa diakses, atau ketuk "Lewati" jika Anda tak ingin menambahkan alamat e-mail
  • Sebaiknya, tambahkan alamat email untuk memungkinkan pengguna menyetel ulang verifikasi dua langkah, dan membantu melindungi akun
  • Ketuk "Berikutnya" Konfirmasikan alamat email dan ketuk "Simpan" atau "Selesai"

Baca juga: Cara Aktifkan Verifikasi 2 Langkah untuk Cegah Akun WhatsApp Dibajak

Melaporkan ke support WhatsApp

Apabila akun WhatsApp diretas, pengguna bisa memulihkannya dengan meminta bantuan pusat bantuan WhatsApp via e-mail. Pengguna bisa mengirim e-mail detail kejadian dengan menambahkan keterangan bahwa WhatsApp telah diretas.

Tambahkan nomor ponsel Anda yang terdaftar di WhatsApp dalam keterangan pelaporan. Selanjutnya kirim ke e-mail support@whatsapp.com. Nantinya WhatsApp akan menonaktifkan akun Anda dan peretas tidak akan lagi bisa mengakses akun WA Anda kembali.

Selanjutnya Anda hanya memiliki waktu 30 hari untuk memulihkan akun Anda kembali. Apabila Anda menundanya lebih dari 30 hari, maka Anda akan kehilangan akses ke semua data tersebut.

Tips menghindari agar akun WA tidak mudah diretas

Berikut ini beberapa tips agar akun WhatsApp tidak mudah diretas:

Mengaktifkan 2FA

Aktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada akun WhatsApp Anda. Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra dengan meminta kode verifikasi tambahan selain kata sandi saat Anda ingin masuk ke akun.

Hati-hati dengan pesan atau tautan yang mencurigakan

Hindari membuka pesan atau tautan dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan. Pesan phishing dan tautan berbahaya dapat membahayakan keamanan akun Anda.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com