Sony Ungkap Alasan Bertahan di Bisnis Smartphone - Kompas.com

Sony Ungkap Alasan Bertahan di Bisnis Smartphone

Oik Yusuf
Kompas.com - 13/04/2017, 13:50 WIB
YOSHIKAZU TSUNO/AFP CEO Sony, Kazuo Hirai

KOMPAS.com - Sony banyak menelurkan produk menarik di industri smartphone, tapi perangkatnya tak bisa dibilang laku keras. Pada kuartal IV 2016, misalnya, pabrikan asal Jepang ini hanya berhasil menjual 5 juta unit smartphone.

Angka tersebut jauh berbeda dari vendor lain di urutan teratas yang mencatat angka hingga 70 jutaan unit, menurut catatan firma riset IDC. Oleh karena itu, sejak beberapa tahun lalu Sony diramalkan bakal menutup unit bisnis smartphone miliknya.

Namun Sony tetap bertahan. CEO Sony Kazuo Hirai belakangan menerangkan alasannya dalam sebuah wawancara. Menurut dia, Sony kini tidak lagi berangan-angan ingin memenangkan persaingan melawan raksasa macam Apple atau Samsung.

Baca: Qualcomm Pamer Internet 1 Gbps di Xperia XZ Premium

Alih-alih bersaing di industri smartphone, Hirai mengatakan Sony berusaha mempertahankan eksistensinya di sana untuk menyongsong “perubahan paradigma” yang akan datang.

“Kalau kami hengkang… itu sama saja lempar handuk dan kehilangan relasi dengan rekanan retailer dan operator di seluruh dunia. Lalu, kalau nanti kami punya ide baru, kami tidak akan bisa membawanya ke pasar dengan cepat,” papar Hirai.

“Perubahan paradigma” yang dimaksud Hirai, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Australian Financial Review, Kamis (13/4/2017), tak lain merupakan arah baru bagi industri setelah smartphone. Perubahan ini disebutnya datang setiap 10 tahun sekali.

Ke mana arah perubahan tersebut nantinya? Belum ada yang tahu pasti. Namun Hirai merasa optimis dengan teknologi Virtual Reality yang juga aktif digeluti oleh Sony. Terlebih, Sony sudah banyak mengembangkan teknologi VR untuk PlayStation.

“Penting bagi VR untuk sukses. Bukan hanya untuk membantu bisnis video game, tapi juga mengangkat unit-unit bisnis lain dari Sony,” katanya. Selain VR, Sony juga melirik bisnis Internet of Things (IoT).

Selagi menunggu datangnya “paradigma baru”, Sony bereksperimen dengan aneka macam ide melalui Seed Acceleration Program. Perusahaan mendanai pengembangan ide-ide baru yang suatu saat bisa menjadi jalur pemasukan baru.

Baca: Sony Xperia XA1 Dirilis, Usung Kamera 23 Megapiksel

PenulisOik Yusuf
EditorDeliusno
Komentar
Close Ads X